Tampilkan postingan dengan label kisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kisah. Tampilkan semua postingan

24 Oktober 2014

Hidup dan Permainan


Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahuinya.” (QS. Al Ankabut 64)

Hidup adalah permainan semata, tapi bukankah dari permainan kita belajar banyak hal. Belajar bagaimana mengatur strategi untuk memenangkan, belajar untuk tidak menyerah, belajar banyak hal untuk menjadikan permainan penuh makna dan hasilnya bisa dibagi keorang lain. Tahukah kamu bahkan penelitian menunjukkan bahwa rata-rata gamer memiliki IQ yang tinggi.

Mari kita analogikan hidup ibarat bermain candycrush saga


Level awal terasa mudah, semakin naik level semakin banyak tantangan atau misi yang kemudian divariasikan. Demikian juga hidup, bukankah ada adegium yang mengatakan “semakin tinggi pohon semakin kencang angin yang menerpanya”. ketika kamu selesai dari permasalahan satu maka bersiaplah untuk kemasan permasalahan berikutnya. Apakah manusia mengira setelah mereka mengikrarkan dirinya bahwa dia beriman, lantas mereka dibiarkan tidak diuji ? Sungguh, orang-orang yang terdahulu pun telah Kami uji. Yang dengan ujian ini, maka akan teranglah siapa yang jujur dalam pengakuan imannya, dan siapakah yang dusta.” (Q.S. Al Ankabut: 2-3).

Kamu tidak tahu pasti bagaimana untuk memenangkan tiap level, hanya berpikir dan mengerakkan pion atau candy berikutnya. Demikian juga hidup ada yang kita tidak tahu arah mana yang benar dan salah, kita bergerak berdasarkan instuisi dan ketika salah bukankah selalu ada cara untuk kembali kejalan yang benar hingga pada akhirnya menemui kemenangan. Dan ketika candy yang kamu gerakkan sangat tepat bukankah mendapat bonus itu menyenangkan, Tuhanpun telah mengatur bahwa setiap amal baik akan diganjar pahala berlipat ganda.

Kamu akan merasakan permainan level sebelumnya lebih mudah, demikian hidup ketika kamu menyelesaikan satu masalah akan terasa lebih ringan hati untuk melangkah kedepan.

Ada kalanya kamu memilih untuk berhenti ketika ketika stuck di level tertentu tapi tetap saja akan ada hasrat diri untuk bermain kembali dan disuatu saat kemudian kamu pun akan mulai bermain lagi dengan strategi baru. Hidup menyediakan penyesalan namun hidup juga menyediakan seribu pintu untuk mengawali hari, kamu tidak akan memenangkan permainan dengan rutukakn demikian juga hidup.

18 Oktober 2014

Matahari dan Dua Gunung

Mungkin matahari terlihat terang nyata dibumi, semua menyanjungnya dalam sajak, mengagumi sinarnya yang menghangatkan bukan panas. Awal baru adalah matahari, tapi tetap saja beberapa berlindung dalam bayang, tak menyukai matahari yang mereka anggap terik,

Tuhan memang adil, menciptakan matahari tak sendiri ditengah hiruk pikuk dunia. Selalu ada langit yang bersedia mengikuti, akan biru saat pagi, akan jingga saat sore, akan gelap saat terang, meski terkadang pecah juga dalam rinai hujan tapi bukankah selepas itu pelangi, yah langit memang bukan yang paing setia dibandingkan dua gunung. Tuhan selalu menyandingkan matahari dengan dua gunung, tak percaya? lihat saja bagaimana anak sekolah dasar menguraikan indahnya alam.

Dua gunung berdiri kokoh, tegap menjulang menentang angin. Mungkin tak sama besarnya tapi tetap saja kekuatan mereka sama, tetap akan membuat tersengal-sengal para pendaki. Dua gunung mendampingi matahari dengan gagahnya tidak beranjak dari posisi menjaga matahari dari sepi, matahari melanjutkan hari kadang muncul dibalik dua gunung, kadang tenggelam dibalik dua gunung, meredupkan cahaya agar dua gunung tetap terlihat indah :)

Demikian sabda alam bercerita tentang Tuhan yang memberikan peran masing-masing pada ciptaannya. Sungguh elok jika dapat menjadi siapapun tapi lebih elok memainkan peranmu sendiri sebagaimana matahari dengan perannya, gunung dengan perannya, langit dengan perannya

16 Oktober 2014

Mari Kita Analogika Hidup dan Bioskop


Mari kita analogikan dunia dengan bioskop, berbondong-bondong orang didalamnya aneka rasa aneka rupa demikianlah jumlah manusia didunia terlahirkan. Tujuannya kebioskop pasti buat menonton tapi tiap masih kepala pasti punya tujuan sendiri, ada yang ingin dihibur, ada yang menghabiskan waktu, ada yang cari tempat aman berdua dengan sidia demikianlah hidup walau tujuan pasti adalah menyembah padaNya ada juga yang mencari harta, mencari tahta, mencari bahagia, dll.

Penonton menempati kursi yang disediakan yang telah ditentukan nomornya tercetak dikarcis, demikian manusia dan takdirnya yang telah ditentukan di lauh mahfuz. tapi bukankah ada takdir yang dapat diubah ? demikian juga sebelum pembelian tiket karcis kita dapat memilih nomor urut kursi yang ingin kita tempati bukan? Allah berkata dalam surat as-syam ayat 8 dan 9 : maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya, beruntunglah yang menyucikannya, merugi yang mengotorinya.

Salah kursi bukan hal yang baru dalam acara nonton dibioskop, ada yang setelah mendapat pengarahan menempati kursi yang disediakan secara benar, namun ada yang terkalahkan oleh ego hingga akhirnya beradu argument, malu dan meninggalkan bioskop sambil mengerutu terkait layanan yang ia rasa tidak puas. Demikianlah hidup ada yang ketika melakukan salah mampu memaksa diri untuk kembali kejalan yang benar, ada yang suka berkubang dalam lumpur dosa, naudzubillah.

Menonton dibioskop ada yang bersama teman-teman ada yang memang memilih sendirian, bahkan ada yang terpisahkan dari teman karena kondisi kursi yang tersedia dan baru dapat bertemu setelah perfilman selesai sambil bercerita tentang film atau mengerutu karena terpisah. Demikianlah hidup, ada yang bertemu rekan-rekan bersatu dalam ikatan ukhuwah, ada yang diuji terpisahkan untuk berprose dan kembali bergabung dalam ikatan atau keluar, bahkan ada yang memang memilih untuk sendirian.

Mari kita analogikan dunia ini ibarat bioskop yang menayangkan film berganti-ganti dan memiliki akhir dan memaksa penonton untuk pulang kerumah masing-masing, ada yang terpuaskan dengan endingnya ada pula yang tidak. demikianlah hidup yang hanya sementara, penuh pertanggungjawaban, ada yang tersenyum disurga kelak atau terbakar dalam jahanam.

Mari kita analogikan hidup agar kita belajar

12 Oktober 2014

Makna Sebuah Kehadiran

Aku mendapatkan pesan ini di Grup Whatsapp, trus habis delete history menyesal karena belum sempat dicopas, dan alhamdulillah tadi lagi tumblring *istilah sendiri jelajah tumblr orang, aku menemukannya, semoga bermanfaat ... terkadang yang dibutuhkan dari semua hal adalah teman disamping kita, duduk bersama. Bukankah Ebiet G Ade pernah bilang "perjalanan ini terasa sangat menyedihkan, bila kau tak duduk disampingku kawan

Hadir

A short story by Virgi

Ruangan itu semakin dingin. Membuat setiap yang hadir dan melingkari meja makin kian merapatkan jaketnya. Di luar suara bising kendaraan kian memekakkan telinga. Hujan sejak sore menyisakan macet berkepanjangan di kota sepadat ini. Selalu begitu.

"Sungguh jangan pernah menyepelekan sebuah kehadiran…," kalimat itu diucapkan datar, namun entah mengapa menyentak logikaku dengan cepat.

Matanya tajam, berpendar ke sekeliling meja panjang itu. Menatap tajam setiap yang hadir. Tatapan yang unik, menurutku. Tatapan tajam yang sedikit ‘memohon’.

"Jangan pernah menyepelekan sebuah kehadiran. Ide diskusi ini memang baru saja diusulkan minggu lalu. Biarlah. Biarlah forum baru ini berjalan pelan-pelan," ujarnya setelah jeda cukup lama.

Sekali lagi. Ada sesuatu yang sepertinya akan akan menjadi pelajaran berharga bagiku. Malam ini sepertinya akan ada hikmah baru. Begitu pikirku.

"Untuk sekarang ini, tak terlalu penting kita bisa mengundang pembicara hebat. Tak terlalu mendesak kita untuk menyewa ruangan lebih luas. Tak usah dulu kita agendakan macam2. Cukuplah masing-masing kita menguatkan satu sama lain dengan sebuah kehadiran."

Malam kian larut. Angin malam menamparkan rasa sejuknya wajahku yang pias. Jalan raya masih ramai. Macet belum juga surut.

Ya. Malam ini aku belajar tentang makna penting sebuah kehadiran. Bukan. Bukan untuk apa-apa. Hanya untuk menguatkan hati-hati yang berniat suci namun ragunya masih mendominasi.

Malam ini aku tersadar. Bahwa amal shalih bukan hanya kerja keras sampai larut. Ya, sebuah kehadiran. Hanya sebuah kehadiran. Yang mungkin terlihat remeh. Namun dampaknya begitu besar. Amal shalih tak harus berupa kerja keras sampai larut. Kata-kata itu masih terngiang. Kehadiran.

"Cukuplah kita saling berjanji untuk mengistiqomahkan sebuah kehadiran," ujarnya kembali dengan raut meyakinkan. Tampak betul ia paham dengan keadaan.

"Sungguh. Yang membuat kita kuat kadangkala bukanlah kerja-kerja hebat. Yang bertumbuh, kadang tak selalu disebabkan segelintir jiwa yang kau kira teguh. Yang membuat abadi justru adalah kehadiran kawan-kawan sejati yang secara tak langsung saling menguatkan hati."

Malam itu aku belajar sebuah hikmah dari komitmen dalam hati. Bukan komitmen muluk-muluk. Hanya komitmen untuk menguatkan setiap hati dengan sebuah kehadiran.

"Yang menguatkan, sungguh adalah hal-hal yang seperti ini," lanjutnya. "Upayamu untuk meluangkan waktu, di tengah-tengah kesibukanmu, hanya untuk meyakinkan yang lain bahwa kau masih setia disitu."

Maka sejak malam itu, aku tak pernah menyepelekan sebuah kehadiran. Tak apalah orang bilang aku hanya tim hore. Tak mengapa mereka anggap aku tak kerja nyata. Aku tau aku mungkin tak setangkas yang lain dan ideku tak secemerlang itu. Tapi aku punya hal berharga yang bisa selalu kubawakan. Aku akan persembahkan ‘kehadiran’.

Kehadiranku jadi penyemangat bagi jiwa-jiwa yang terlihat teguh. Kehadiranku akan jadi hadiah bagi jiwa-jiwa hebat yang kadang resah hanya karena tak hadirnya mereka yang diharap.

Biarlah aku beramal shalih dengan caraku sendiri. Mungkin aku belum sehebat mereka. Mungkin aku belum bisa lakukan banyak hal. Namun aku punya caraku sendiri. Kehadiranku adalah sebuah hadiah yang indah.

Dengannya, aku siap memperpanjang masa semangat itu. Bersamanya, aku sanggup meneguhkan jiwa-jiwa yang rentan bosan itu. Kehadiranku adalah amal shalihku.

Tak terasa, sudah satu jam aku berdiri disitu, malam kian larut. Bis yang kutunggu tak juga lewat.

Kuulaskan satu senyum tipis. Berisi janji dalam hati bahwa setelah ini, kehadiranku akan jadi salah satu wujud amal shalihku.

- Ditulis saat gerimis, di kemacetan Senayan, Jakarta Pusat 17/04/14 -

Kisah Penjual Buah Segar

Diceritakan ulang oleh Mas Hendy dengan tokoh Bapak Penjual Ikan Segar, dan tragisnya diending cerita adalah seorang pembeli yang bertanya, "Bapak sebenarnya jualan apa ya? kok tidak ada keterangannya"

Beberapa waktu yang lalu ada seorang pedagang buah yang memulai berjualan di pasar dipagi hari. Ketika hari masih pagi ia sudah mulai sibuk menata dagangannya, tidak seperti pedagang buah pada umumumya, Ia berinisiatif bagaimana cara agar dapat menarik pembeli untuk mendekati dagangannya, kemudian ia memasang papan pengumuman bertuliskan “HARI INI DI SINI DIJUAL BUAH SEGAR”

Tidak selang beberapa lama kemudian datang seorang pengunjung yang menanyakan tentang papan pengumuman yang ia pasang, pengunjung tadi menanyakan tentang tulisannya. “Mengapa Bapak tuliskan kata HARI INI? Bukankah Bapak memang hari ini berjualan, bukan kemarin atau besok?” tanya pembeli itu.
Kemudian Pedagang buah itu berpikir sejenak dan kemudian menjawab, “Iya, kau benar.” Lalu ia menghapus tulisan “HARI INI” sehingga di papan pengumuman tersebut tulisan berkurang menjadi “DISINI JUAL BUAH SEGAR”

Kemudian beberapa saat datang pembeli lain yang ke dua. Pembeli kedua tersebut juga menanyakan tulisan yang ada di papan pengumuman itu, “Mengapa Bapak tulis kata DI SINI ? Bukankah semua orang sudah tau kalau kau berjualan DI SINI , bukan DI SANA atau di tempat lain?” tanya pengunjung kedua.
“Benar juga!” pikir si pedagang buah tersebut, lalu dihapusnya kata “DI SINI” dan tinggallah tulisan “JUAL BUAH SEGAR”.

Tidak lama kemudian datang pengunjung ke tiga yang juga menanyakan tulisannya.
“Mengapa Bapak pakai kata SEGAR ? bukankah semua orang sudah tau kalau yang Bapak jual adalah Buah yang segar, bukan buah busuk?” tanya pengunjung ketiga. “Benar juga” pikir si pedagang buah, lalu dihapusnya kata “SEGAR” dan tinggallah tulisan “JUAL BUAH”

Sesaat kemudian datanglah pengunjung ke empat yang juga menanyakan tulisannya, “Mengapa Bapak tulis kata JUAL? Bukankah semua orang sudah tahu kalau buah ini untuk dijual, bukan dipamerkan atau dibagikan?” tanya pengunjung ke empat. Benar juga pikir si penjual ikan,, lalu dihapusnya kata JUAL dan tinggalah tulisan “BUAH”

Selang beberapa waktu kemudian, datang pengunjung ke lima, yang juga menanyakan tulisannya : “Mengapa Bapak tulis kata BUAH?, bukankah semua orang sudah tau kalau ini BUAH bukan Daging atau Sayur?” tanya pengunjung kelima. “Benar juga” pikir si penjual buah, lalu diturunkannya papan pengumuman itu. Tinggallah pedagang buah tersebut berjualan tanpa memasang papan tulisan, dan keinginan menarik pembeli gagal sudah.

11 Oktober 2014

Uhibbukunna fillaah

Ceritanya aku menemukan sebuah link tautan dari blog teman dan aku tertarik dengan sangat isinya, maka ingin kubagi pada kalian, kalian yang kusayangi karena Allah, silakan buka link ini untuk membaca keseluruhannya sebuah tulisan dari Ummu Said Fauziyyah, karena aku hanya mengutip beberapa dan mungkin ada yang terubah sesuai keinginan hati, maafkan semoga bermanfaat

Bismillah

Sebelum kau mengira aku sempurna tanpa cela,
hanya mengharap intan atau harta,
atau menghilangkan jejakmu dalam buku cerita..

Teruntuk kalian.. Uhibbukunna fillaah.. Baarakallahu fiikunna. Dariku, manusia yang penuh cela.

Pertemanan. Sebuah kata yang sarat makna menurutku. Akan sangat menyentuh hati dan mendatangkan beribu manfaat kalau dijalankan sesuai syariat-Nya. Dalam pertemanan itu, kita saling melengkapi, mengingatkan, memberi nasihat, tukar menukar cerita dan pengalaman…ah, pokoknya banyak sekali. Dalam pertemanan juga tidak boleh ada kebohongan, betul ngga? Satu saja kebohongan diciptakan maka goyahlah pertemanan tersebut. Tapi pertemanan tidak menuntut kesempurnaan karena semua manusia pasti memiliki cela, nah disinilah -saling melengkapi- itu akan berfungsi.

Aku dan kekuranganku … Kalian mengenalku sebagai -seseorang- yang tertutup, dengan jilbab lebar dan tebal serta rok panjang. Tapi kawan, aku masih memiliki beribu cela, ntah itu keegoisan, buruk akhlak, ketidak sabaran, atau mungkin lidahku yang selalu menyakiti setiap orang. Disinilah aku tidak ingin kalian menganggapku terlalu baik hanya karena melihat penampilanku, atau kalian malah menyamaratakan buruknya seseorang yang berpenampilan tertutup hanya karena banyaknya cela dalam diriku. Ya, inilah aku dengan satu tahap dari beribu tahap menuju -perbaikan- (in syaa’ Allaah)…. inilah aku dengan beribu cela. Aku membutuhkan nasihat dan teguran kalian karena mungkin ketika aku bergaul dengan kalian terlihatlah akhlakku yang buruk. Janganlah sungkan untuk menegurku… Imam Syafi’i dalam syairnya mengatakan:

Berilah nasihat kepadaku ketika aku sendiri,
dan jauhilah memberikan nasihat di tengah-tengah keramaian
karena nasihat di tengah-tengah manusia itu termasuk satu jenis
pelecehan yang aku tidak suka mendengarkannya
jika engkau menyelisihi dan menolak saranku
maka janganlah engkau marah jika kata-katamu tidak aku turuti
(Diwaan Imam Syafi’i, dikumpulkan dan disusun oleh Muhammad Ibrahim Saliim, hal 91. Dikutip dari muslimah.or.id)

Aku dan perbedaan… Kawan, dalam pertemanan ini, harapanku mungkin berbeda dengan harapan sebagian teman-teman lainnya, yang mungkin mereka akan berkata “Semoga kita bisa ke Paris bersama, memiliki rumah mewah, mobil banyak, terkenal”. lalu harapanku? Cukuplah aku katakan “Semoga Allaah menyatukan kita di jannah-Nya”. Aku menginginkan pertemanan dan kebersamaan kita tidak sampai disini saja, di dunia tapi juga sampai akhirat. Kita bertemu kembali di surga. Namun aku tau, perjalanan menuju ke sana tidaklah mudah karena banyak sekali kerikil tajam yang akan menghalangi perjalanan kita, butuh pengorbanan dan kesabaran dan akhirnya kelelahan kita itu akan terbalas dengan beribu nikmat yang ada didalamnya. Semoga Ia menyatukan kita kembali di jannah-Nya.

Aku dan perbedaan… Kebersamaan. Aku menyebutnya kebersamaan, mungkin sedikit berbeda dengan mereka yang diluar sana. kebersamaan bukan hanya sekadar bisa mejelajah tempat baru, berkunjung ke mall, makan ice cream, atau bahkan makan lalapan bersama. Ada Kebersamaan lebih tinggi lagi melalui pertemuan doa sebagaimana Imam Ghazali mengatakan :

“Ukhuwah itu bukan pada indahnya pertemuan, tapi pada ingatan seseorang terhadap saudaranya di dalam doanya.”
― Abu Hamid al-Ghazali

Ya, inilah aku yang hanya bisa memohon kepada-Nya agar siapapun orang -baik kalian ataupun yang lain- yang telah berbuat baik kepadaku, semoga Ia membalas kebaikannya.

Tentangmu… Tentang kalian yang telah menemani hari-hariku, aku tidak akan menuntut lebih dan menyisipkan harapan terselubung dari tali ikatan antara kita. Karena bagiku, kalian telah menerimaku menjadi bagian dari salah satu fase kehidupan kalian saja aku sangatlah bersyukur. Kebersamaan antara kita membuatku nyaman, itu lebih dari cukup. Nyaman menurutku bukan diukur dengan kesenangan, tapi diukur dengan toleransi dan kebaikan. Ah maa syaa Allaah.. Uhibbukunna fillah (aku mencintai kalian karena Allaah)

Aku menemukan kalian diantara mereka yang menyapaku
Terikatlah tali pertemanan antara kita
Berkembanglah harapan-harapan bagi ia yang menyadarinya
Dan yang terbesar dari asa itu adalah bersatu di jannah-Nya
Namun siapalah aku?
Aku hanya hamba lemah dan kadang tergoda nafsu
Maka jika aku tak mampu mengajakmu ke jannah-Nya
Aku akan berusaha untuk tidak menyeretmu ke neraka-Nya
Dan jika engkau tidak menemukanku di sana
Mintalah pada-Nya agar aku dikumpulan denganmu, di sana.. Jannah-Nya

Teruntuk kalian.. Uhibbukunna fillaah.. Baarakallahu fiikunna. Dariku, manusia yang penuh cela.

“Janganlah menyia-nyiakan orang yang engkau ketahui baik prilakunya, terpuji akhlaknya, banyak keutamaannya, dan cerdas akalnya, hanya karena satu kekurangan diantara sekian banyak kelebihannya. Sesungguhnya sepanjang hidupmu tidak akan pernah menemukan manusia sempurna tanpa cela atau tak pernah melakukan dosa.“(Al-Imam Al Mawardi dalam Adaab Uddunya wa Addiin, hal 175)

10 Oktober 2014

Bergerak | Tuhan Tahu Kita Mampu

bergerak /ber·ge·rak/ v 1 berpindah dr tempat atau kedudukan (tidak diam saja): pasukan telah ~; 2 (mulai) melakukan suatu usaha; mengadakan aksi; berusaha giat (dl lapangan politik, sosial): mereka ~ untuk memperbaiki nasib;

Bergerak atau tergantikan
-Pertama kali kudengar dari Mas Tahegga di diklat FKPH

Siapa sangka menghantarkan pada cerita-cerita bergerak yang mengisi blog ini, semoga aku termasuk orang yang bergerak bukan tergantikan atau bahkan aku bisa pantas menyebut diri ini bergerak. Dalam tiap langkah kaki ada pijakan baru, ada sensasi baru akankah sebuah lumpur, tanah kering, atau bahkan kerikil yang melukai. Allah memang maha yang menebar segala karunianya dari penjuru arah, karunia yang bernama pemahaman. Yak teruslah bergerak... terkadang yang dibutuhkan hanya kerja nyata karena tidak semua pihak peduli dengan keluh kesahmu atau terkadang hanya ada yang pura-pura peduli, karena waktu terlalu sempit untuk menjelaskan semuanya.



saat kau terpuruk dan terjatuh
pakai pundakku dan kita lawan terpuruk itu
karena TUHAN TAHU KITA MAMPU, KITA MAMPU
saat beban penuhi pundakmu
genggam bahuku dan kita bagi bebanmu itu
karena TUHAN TAHU KITA MAMPU, KITA MAMPU
Pernahkah dirimu merasa gelisah, begitu hebatnya beban yang harus engkau bawa, kurasa susah, semangat payah, lalu kau pasrah, hentikan langkah, hingga akhirnya kau mengalah | di saat itu kau harus tahu, bahwa Tuhan sebenarnya memberi ujian padamu, ujian untuk mengukur kadar keimananmu, ujian untuk mengangkat meninggikan levelmu | karena tak ada ujian yang tak bisa dilalui, karena Tuhan telah mengukur diri ini, lebih baik hadapi segala beban diri, hadapi dengan ikhlas di hati | engkau tak sendirian menghadapi cobaan, saudara seiman pasti kan ulurkan tangan, kita hadapi semua dengan hati terbuka, yakin ini hanyalah ujian semata
saat kau terpuruk dan terjatuh
pakai pundakku dan kita lawan terpuruk itu
karena TUHAN TAHU KITA MAMPU, KITA MAMPU
saat beban penuhi pundakmu
genggam bahuku dan kita bagi bebanmu itu
karena TUHAN TAHU KITA MAMPU, KITA MAMPU
Bertubi-tubi cobaan pun silih berganti, seakan-akan tak habis-habis dan tak berhenti , kita rasakan semakin lemah setiap hari, bahkan muncul keinginan tuk coba bunuh diri | tapi sejenak cermatilah kehidupan ini, betapa luasnya karunia dari Ilahi, meski kadang di tengah, kadang di sisi, kadang di atas, kadang dibawah , kadang tak dimengerti | sadarlah kawan, di sepanjang perjalanan, sungguh hidup ini terus memberi pelajaran, karena bagaimanapun selalu ada Tuhan, yang memberikan kekuatan | satu persatu, seiring berjalannya waktu, kita akan tahu sebenarnya yang Tuhan Mau, Tuhan ingin kita jadi manusia yang TANGGUH, Tuhan ingin agar kita tak mudah tuk mengeluh
saat kau terpuruk dan terjatuh
pakai pundakku dan kita lawan terpuruk itu
karena TUHAN TAHU KITA MAMPU, KITA MAMPU
saat beban penuhi pundakmu
genggam bahuku dan kita bagi bebanmu itu
karena TUHAN TAHU KITA MAMPU, KITA MAMPU
Aku di sini sedia menemani, siap bantu jika beban itu mau kau bagi, jangan pikirkan pamrih, hilangkan semua perih, jangan lagi terpuruk dan tenggelam dalam sedih | genggam erat pundakku, cengkram erat bahuku, biar segera terbagi semua beban itu, bersama kita maju dan melangkah tanpa ragu, hapus semua pilu agar kita terus melaju | Tuhan tak pernah tidur, apalagi mendengkur, semua ini jelas-jelas telah Tuhan ukur, mungkin dengan begini kita kan tahu bersyukur, mungkin dengan ini kita takkan pernah takabur | TUHAN ADA DI SINI, DI DALAM JIWA INI, Ebiet G Ade pernah melantunkan syair ini, ayo bangkit berdiri kalau perlu kita lari, tetap semangat tuk hadapi semua ini

P.S : 
Tulisan disadur dari obrolan singkat, tidak padat, dan tidak jelas. Lagu dari Mbak Echi ditag d FB, Trimakasih inspirasi

07 Oktober 2014

Definisi

de·fi·ni·si /définisi/ n 1 kata, frasa, atau kalimat yg mengungkapkan makna, keterangan, atau ciri utama dr orang, benda, proses, atau aktivitas; batasan (arti); 2 rumusan tt ruang lingkup dan ciri-ciri suatu konsep yg menjadi pokok pembicaraan atau studi;

Hati-hati bermain dengan definisi, dari definisilah berangkat sebuah pemahaman, melaju sebuah tindakan :)


Contoh kasus :
Sebuah balasan "oke" dipesan singkat bisa memiliki artibanyak. Bisa berarti dia sedang tergesa-gesa, bisa berarti dia sedang tidak baik moodnya, bisa berarti dia sedang kesal dengan mood, bisa berarti sepatah kata cukup untukmu dan kamu memahami maknanya. WOW silakan definiskan sendiri. tapi dalam kasus seperti ini lebih baik memilih husnudzon atau berbaik sangka saja karena semua tergantung kamu, karena terkadang hal yang dimulai dari kenegatifan adalah masalah.

Sebuah perhatian, didengarkan, dipertanyakan kabarnya, ada saat dibutuhkan. Bisa berarti dia suka padamu ingin membuatmu merasa spesial, bisa berarti dia ada maksud yang butuh pertolonganmu , bisa berarti dia menganggapmu sahabat atau saudara, bisa berarti memang karakteristiknya yang begitu. WOW tolong artikanlah sesuai definis masing-masing. tapi dalam kasus ini sepertinya lebih baik berpikir panjang terlebih dulu bukan asal main DORR dia suka padaku :D, mungkin salah pendefinisian ini yang pada akhirnya muncul kasus "dia perhatian, aku berharap"

"Kalau ada apa-apa kabarin aja, nanti tak bantu" maka definisi umum dari kalimat ini yang paling cepat terpikirkan adalah dia pasti membantu, eits nanti dulu masih ada definisi lain yang bisa jadi dia hanya menawarkan bantuan atau bisa jadi ini hanya sekadar basa-basi belaka. silakan pilih atau pasti banyak spekulasi dalam otak masing-masing. tapi dalam kasus ini jadikan kata "kalau ada apa-apa kabarin aja, nanti tak bantu" sebagai kartu kunci yang digunakan the last minutes, tetaplah berusaha menjadi sosok mandiri, menjaga diri sendiri

Tiga kasus cukup, berhati-hatilah dalam mendefinisikan atau jangan jadi faktor yang bikin salah definisi hehe :)

06 Oktober 2014

Retell : Perbuatan Luar Biasa, Kisah Tauladan

Aku mendapatkan kisah ini ketika taujih section di liqo, dan sudah banyak mungkin kita baca di Internet atau media manapun, ingin ku ceritakan lagi agak dia hinggap dihati. tentang makna bakti dan tulus terbungkus ikhlas, tentang birrulwalidain yang indah. ini kisah tentang Zhang Da, China. 

Seorang anak di China pada 27 Januari 2006 mendapat penghargaan tinggi dari pemerintahnya karena dinyatakan telah melakukan “Perbuatan Luar Biasa”. Diantara 9 orang peraih penghargaan itu, ia merupakan satu-satunya anak kecil yang terpilih dari 1,4 milyar penduduk China. Yang membuatnya dianggap luar biasa ternyata adalah perhatian dan pengabdian pada ayahnya, senantiasa kerja keras dan pantang menyerah, serta perilaku dan ucapannya yang menimbulkan rasa simpati.



KISAH NYATA : Hidup Bocah Polos Zhang Ta Menginspirasi Banyak Orang

05 Oktober 2014

Yakin

yakin /ya·kin/ a 1 percaya (tahu, mengerti) sungguh-sungguh; (merasa) pasti (tentu, tidak salah lagi).

Krena 1 keyakinan mengalahkan 99 kepentingan
-J.S Mills.

Berkata Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah menerangkan makna yakin: “Yakin dalam iman seperti kedudukan ruh dalam jasad, yang dengannya orang-orang yang ‘arif saling berunggul-unggulan, orang-orang berlomba-lomba padanya, orang-orang yang beramal berjalan kepadanya, dan suatu kaum beramal agar berada di atasnya, serta isyarat mereka seluruhnya kepadanya, dan apabila sabar bergandengan dengan yakin maka keduanya itu akan melahirkan kepemimpinan dalam agama.

وَفِي الأَرْضِ ءَايَاتٌ لِلْمُوقِنِينَ


Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin.” (Adz-Dzaariyaat:20)

Yakin adalah ruhnya amalan-amalan hati yang (amalan-amalan hati tersebut) merupakan ruhnya amalan-amalan anggota badan, dan merupakan hakikatnya kejujuran/kebenaran serta pusatnya perkara ini.” (Madaarijus Saalikiin 2/397). Ada tiga tingkatan dalam yakin: ‘ilmul yaqiin, haqqul yaqiin, dan ‘ainul yaqiin. Adapun tingkatan pertama seperti pengetahuanmu bahwasanya di lembah ini terdapat air, sedangkan tingkatan kedua adalah kalau kamu sudah melihatnya dan tingkatan ketiga adalah kalau kamu sudah meminumnya.

Sekali lagi begitulah manusia : tak selalu yang kita yakini, berani kita jalani | Berani atau tidak tentu saja semata-mata itu pilihan - Azhar Nurun Ala

Yah itulah aku manusia, dalam hal keyakinan yang tidak berani :|, aku yakin berdekatan dengan yang bukan mahram itu dosa tapi rasanya untuk menjaga jarak sungguh sulit sekali, aku yakin sebenarnya komptensiku cukup baik tapi rasanya nilai-nilai ditranskripku bicara lain, aku yakin shalat adalah tiang agama tapi kadang kelu lidah mengajak rekan shalat, aku yakin aku baik-baik saja tapi terkadang tak jarang ada dokter apointment, aku yakin dikelilingin orang yang menyayangi tapi kerap kali aku merasa sendiri, bnyaklah keyakinan dalam diri yang tak berani untuk dilakukan bahkan untuk tetap dipertahankan sebagai keyakinan, bahkan tak jarang aku menghancurkan keyakinan orang-orang sekitarku. itulah aku atau mungkin aku tidak yakin atau aku tidak berani hhe memusingkan

Tapi aku yakin Allah itu maha pengasih dan maha penyayang, maka aku berani terus berdoa padanya... sekadar mohon ampun atau meminta

02 Oktober 2014

Ini malah sudut pandang

"luas samudra jalinan aral" seluas itulah mungkin bumi kita sehingga seluas itu juga kita bisa menebar pandangan ditiap sudutnya untuk mengambil pesan dan mengurai makna. Sudut pandang yang kita ambil adalah pilihan kita ...

(me)sendiri(an)


Dari kombinasi frasa diatas bahkan kamu bisa merajut 3 makna dengan 3 sudut pandang yang berbeda (penulisan dibantu oleh KBBI) :
  • Sendiri /sen·di·ri/ adv seorang diri; tidak dng orang lain: Keadaan sendiri bukan pilihan namun untuk merubah sendiri menjadi ramai itu bisa jadi pilihan dengan berjalan meninggalkan sendiri itu :)
  • Me + Sendiri = Menyendiri /me·nyen·di·ri/ v mengasingkan diri; memencil: Sebenarnya diluar sana ada banyak orang yang bersedia berdampingan bersamamu, tapi kamu memilih untuk sendiri entah untuk menghindar atau untuk kebaikanmu sendiri
  • Sendiri + an = Sendirian /sen·di·ri·an/ pron seorang diri; sendiri: orang yang melihat kamu tanpa teman ya akan menyebutmu dengan istilah sendirian

Berhati-hatilah ...
Dalam Surat Yunus (10) ayat 36. Allah SWT berfirman, "Prasangka itu tidak mendatangkan kebenaran apapun" Firman serupa ditegaskan kembali dalam Surat An Najm (53) ayat 28. Kemudian dalam surat Alhujurat (49): 12, Allah SWT juga berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, jauhilah memperbanyak prasangka, karena sebagian prasangka itu dosa".

Rasulullah saw bersabda: "Seandainya saja manusia mengetahui apa yang aku ketahui tentang bahaya kesendirian, niscaya tak ada seorang pun yang mau bepergian pada malam hari seorang diri." (HR Bukhari)

Reblog : Harapan - Kurniawan Gunadi

Sewaktu aku melangkah, aku teringat banyak hal. Aku tidak pernah meminta sejauh dan sebaik ini. Aku sudah cukup malu untuk meminta lebih sementara Tuhan sudah begitu baik dengan memberiku kesempatan. Nyatanya, Dia memberi lebih.

Kini harapan itu berada di langit-langit, sementara semakin tinggi harapan, semakin disadari bahwa tempat bergantungku tiada lain hanya Tuhan.

Kini doaku diliputi kecemasan, tentang jawaban atas harapan yang Dia tunjukkan. Tentang kesempatan besar yang Dia berikan.

Apakah ini hanya sebagai pembelajaran atau akan benar-benar menjadi ujian, aku tidak tahu. Sejauh langkahku tak terhenti, aku paham bahwa semua ini berada dalam rencana Tuhan. Segala sesuatunya diluar dugaan, segala sesuatunya benar-benar hanya bisa dipahami dengan keimanan dan ketaqwaan. Bukan lagi perasaan.

01 Oktober 2014

Reblog : Digital Pareng - Kuntawiaji

Beberapa dokter atau perawat sering mengajak anak-anaknya main ke rumah sakit tempat saya bekerja. Usia anak-anak tersebut rata-rata sekitar 4-8 tahun. Ada satu persamaan di antara anak-anak tersebut, mereka sama-sama tech savvy. Kepandaian mereka mengoperasikan smartphone dan tablet hampir sebanding dengan para early adopter internet, generasi Millenia, seperti saya. Kehidupan saat ini memang telah jauh berubah dibandingkan 1-2 dekade yang lalu. Teknologi kini (dan akan datang) memberikan peranan yang nyata bagi kehidupan manusia di segala tingkatan, dari dewasa hingga anak-anak. Tahun-tahun ini hingga sepuluh tahun mendatang adalah masa-masa di mana para generasi Millenia akan menghasilkan keturunan, yaitu generasi baru yang bisa jadi lebih gila gadget dibandingkan orang tuanya. Hal ini memberikan tantangan tersendiri bagi parenting di era digital untuk generasi Millenia.

Data yang ada sekarang menunjukkan bahwa penggunaan internet oleh anak sudah begitu luas. Persentase pengguna internet oleh anak usia 5-7 tahun sebesar 82%, usia 8-11 tahun sebesar 96%, dan usia 12-15 tahun sebesar 99%. Terlihat bahwa semakin meningkatnya usia, semakin besar paparan internet pada anak. Jika dilihat berdasarkan waktu online per minggu, anak usia 3-7 tahun menghabiskan waktu rata-rata 6,5 jam, anak usia 8-11 tahun selama 9,2 jam, dan anak usia 12-15 tahun selama 17 jam. Besarnya dominasi internet dalam hidup anak tidak terlepas dari peranan gadget yang menyokong mereka. Pemilik gadget (smartphone ataupun tablet) pada anak usia 3-4 tahun ada sebanyak 41%, usia 5-7 tahun sebanyak 63%, dan usia 12-15 sebanyak 95%. Beberapa hal yang dilakukan oleh anak dengan smartphone dan tablet mereka antara lain bermain games (63%), menggunakan aplikasi (50%), menonton video (47%), menonton TV/film (38%), dan membaca buku (30%). Kehidupan yang ramah akan smartphone dan tablet ini membawa perubahan bagi perilaku konsumsi gadget anak, yaitu daily screen time (tahun 2013 dibandingkan dengan tahun 2011) untuk televisi menurun sebanyak 12 kali, CD menurun 9 kali, komputer/PC menurun 4 kali, sedangkan smartphone/tablet meningkat 10 kali.

Tantangan baru dalam membesarkan anak dari sekian komplek teori parenting yang bahkan baru sempat dibicarakan belum sempat dipelajari, bismillah semoga nanti kelak dalam jaman apapun dapat menjadi sebaik-baiknya madrasah yang meluluskan anak-anak shaleh dan shalehah

Catatan Perjuangan

"Saya akan mengatakan kepada seluruh aktivis muslim, jangan pernah mereka merasa sempurna. Karena stiap kali orang merasa sempurna, saat itu ia berhenti bertumbuh. Dia berhenti berkembabng..” ~Ust. H.M Anis Matta,

Naya tak bisa diam, tangannya mencoret-coret segambleng strategi yang ingin dilaksanakan. Naya bergegas menuju agenda yang bukan hanya ada satu dalam aplikasi reminder di HPnya, sesungguhnya Naya sudah belajar tentang mana prioritas namun tetap saja dia mengusahakan untuk hadir tapi terkadang dia tidak bisa hadir karena acara lain. Forumpun dimulai dan Naya sudah tidak sabar untuk berkomentar apapun seperti sekedar menyampaikan pendapat atau kritik. Naya merasa puas sudah memberikan kontribusi dan Naya merasa berhak mendapatkan balasan, Naya sibuk mengatur agenda lain serta waktu diskusi lain sembari tersenyum menatap CV yang sudah seabrek pengalaman itu, Naya ingin membukti pada seorang senior bahwa dia bisa.

*** Yang Sebenarnya Terjadi ***

Naya bukan konseptor maupun mesin yang handal, tapi dia hanya terlihat seperti itu. Naya terlambat panas, terlambat memaknai makna kehadiran dan terlambat memaknai prioritas. Naya seringkali lupa bahwa diam adalah emas maka tak jarang Naya justru malah menyakiti teman seperjuangan padahal seharusnya sebelum bicara Naya harus mempertimbangan mudhrat dan manfaatnya, maka tersakitilah temannya dengan semacam hal yang sebenarnya pernah Naya alami "selama ini tidak ada tiba-tiba saja baru memberikan bantuan atau merombak konsep". Balasan? Naya lupa kalau perjuangan ini tidak ada balasan kecuali pemahaman makna lillah, Naya lupa kalau amanah takkan salah memilih pundak dan masing-masing punya porsinya. Naya bukan siapa-siapa melainkan duri dalam daging perjuangan yang telah dirintis rapi oleh tetua bahkan tetua yang tidak sukai itu selalu mengawasinya meski bukan dengan cara yang Naya suka.

*** Diseberang Sana ***

Selalu ada yang mendoakan Naya untuk selalu bergerak, berproses, menuju arah perbaikan... dan Naya paham itu, dan Naya senang meski terkadang diseberang sana dalam ruang segiempat dia sering merasa bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa yang pantas meniti perjuangan ini :')

Allah SWT akan senantiasa menguji antum pada titik terlemah antum. Orang yang lemah dalam masalah uang, namun kuat dalam masalah jabatan dan wanita, tidak di uji dengan wanita dan jabatan. Orang yang sennatiasa mudah tersinggung dan pemarah, maka akan di uji oleh Allah dengan dipertemukan dengan orang-orang yang senantiasa membuatnya tersinggung dan marah. Sampai ia berhasil memperbaiki kelemahannya itu dan tidak lagi mudah tersinggung dan marah. Sampai ia berhasil memperbaiki kelemahannya itu dan tidak lagi mudah tersinggung dan marah. Seorang yang senantiasa berlambat-lambat dalam dakwah karenaalasan “istri, mertua, tamu” akan senantiasa dihadapkan dengan alasan-alasan itu, “mertua datang, tamu datang silih berganti, yang akan terus menundanya untuk bersegera menghadiri liqoat dakwah, sampai ia bisa mengutamakan agenda dakwah.”
(KH. Rahmat Abdullah, Episode cinta Sang Murrobi)

Suatu hari nanti saat semua telah menjadi masa lalu, aku ingin berada di antara mereka, yang bercerita tentang perjuangan yang indah, dimana kita, sang pejuang itu sendiri. Tak pernah kehabisan energi tuk terus bergerak, meski terkadang godaan tuk berhenti atau bahkan berpaling arah begitu menggiurkan. ingin pantas menyebut diri ini pejuang dan langkah ini perjuangan. Keep istiqomah!

P.S : Tulisan catatan ini tentang perjuangan, tapi apakah sebenarnya Naya ikut dalam perjuangan? apakah penulis paham makna perjuangan... ah ntahlah perlu banyak belajar lagi

29 September 2014

Kebijakan Publik BEM FH UB 2013

Aku bukan orator ulung, bukan juga pemerhati segala hal printil-ptintil tentang pemerintah baik produk kebijakannya atau politiknya, aku tak jarang hanya menjadi silent reader atas opini yang beredar, tak jarang hanya mengdengarkan ketika diskusi meski terkadang tersulut ketika forum sepi haha, hal yang paling utama aku tak begitu menyukai aksi dijalan yang tanpa kajian jelas atau sekadar ceremonial belaka hmm mungkin jika reformasi terulang aku ingin jadi bagian, bukan tiba-tiba hanya ada pesan singkat yang berbunyi "kenakan almamatermu, ayo turun kejalan". Sangat jauh memang duniaku dari sana tapi selalu disitu terkadang aku ditempatkan... kenangan berputar setahun lalu ketika berusaha mengabdi dalam "Kebijakan Publik BEM FH UB 2013" Bermakna Bersamamu, Bergerak Melayanimu - KP!! Bergerak Merakyat
terimakasih untuk pengalaman dan kenangannya, jujur aku merindukan nuansa kerja seperti dulu, penuh kekeluargaan dan kehangatan :)

Berbagi Kisah (Geng KP BEM FH UB 2013)

Tak mudah untuk kita, Hadapi perbedaan yang berarti, Tak mudah untuk kita, Lewati rintangan silih berganti | Kau masih berdiri, Kita masih di sini, Tunjukkan pada dunia, Arti sahabat, Kau teman sehati, Kita teman sejati, Hadapilah dunia, Genggam tanganku | Tak mudah untuk kita, Sadari saling mendengarkan hati, Tak mudah untuk kita, Pahami berbagi rasa di hati | Kau adalah, Tempat ku membagi kisahku, Kau sempurna, Jadi bagian hidupku, Apapun kekuranganmu
-Arti Sahabat oleh Nidji

Menulis

Saya sangat bersyukur jika blog novel ini bermanfaat bagi banyak orang, tapi saya tak kan terlalu sedih bila ternyata blog novel tak membawa makna apa-apa. Bagi saya, menulis adalah semacam ritual untuk menasehati diri sendiri. Menulis seperti menciptakan "sosok kita" pada bentuk lain, kemudian membiarkannya bicara apa saja tentang kita dan pada saat tertentu menegur kelalaian kita. Tulisan itu hidup. Ia bernafas, bicara, bahkan denyut nadinya bisa kita rasakan - Azhar Nurun Ala dengan gubahan dalam buku seribu wajah ayah

25 September 2014

Lari

Kita pernah dilukai. Oleh ucapan orang lain.
Kita pernah ingin mati. Oleh tatapan orang lain.
Kita pernah ingin pergi. Oleh ketidak pedulian orang lain.
Kita ingin hujan-hujanan biar air mata kita tidak terlihat.
Kita ingin sendiri biar sedih kita tidak diketahui.
Kita ingin orang lain pergi, sebab mereka tidak peduli.
Hidup ini sulit bila kita terus menerus sibuk memikirkan apa kata orang.
-Kurniawan Gunadi

Rasanya ketika mengalami hal tidak mengenakkan diri hal pertama yang dipikirkan adalah lari, berhenti, mundur, putar arah, kabur. Tapi sadarkah ketika kita sedang memikirkan hal demikian kita sedang menghabiskan energi berpikir yang seharusnya bisa dialokasikan untuk melanjutkan perjalanan, karena kamu tau untuk melakukan sebuah pelarian akan sangat banyak persiapan yang harus kamu pikirkan dan itu hampir sama besar dengan persiapan untuk terus maju. jadi ketika memilih untuk lari coba tanyakan hatimu karena Insya Allah dialah pemberi fatwa terbaik karena merupakan titipan ilahi :)


Aku ini pernah berapa kali ingin berhenti, lari, kabur atau mengalami hal demikian ... Alhamdulillah itu semua hanya berhenti dikata "pernah" :D

24 September 2014

Moment Sahabat hmm mungkin Saudara

Diriwayatkan, bahwa : Apabila penghuni Syurga telah masuk kedalam Syurga, lalu Mereka tidak menemukan sahabat2 mereka yang selalu bersama mereka dahulu sewaktu di Dunia. | Mereka pun bertanya tentang sahabat mereka kepada Allah: "Yaa Rabb.. Kami tidak melihat sahabat-sahabat kami yang sewaktu di Dunia soalat bersama kami, puasa bersama kami dan berjuang bersama kami". | Maka Allah berfirman: "Pergilah kamu ke Neraka, lalu keluarkanlah sahabat2 mu yang di hatinya ada iman walaupun hanya sebesar zarrah" (HR : Ibnul Mubarak dalam kitab "Az-Zuhd").

Al-Hasan Al-Basri berkata: "Perbanyaklah sahabat2 mukminmu, kerana mereka memiliki Syafa'at pada hari Kiamat nanti".

Ibnul Jauzi pernah berpesan kepada sahabat2 nya sambil menangis:
"Jika kalian tidak menemukanku nanti di Syurga bersama kalian, maka tolonglah bertanya kepada Allah tentang aku"

Terimakasih telah membersamai orang-orang yang datang dihidupku dan tak mau pergi, semoga diakhirat kita bertemu dalam indah dan damainya surga :')

Terimakasih untuk rasa hangat dalam hati, rasa aman karena selalu ada yang mendengarkan, dan untuk semua hal :')

Terimakasih kali untuk tak tersebut serta tersebutkan namanya, untuk Emir, Indri Sukmawati Djangko dan Ganjar Prima dalam dinamika persaudaraan kita, dalam membersamaiku dalam proses pembelajaran memahami indahnya iman dan islam.
Selamat Ulang Tahun untuk kita bertiga : 20, 21,22 :D


Mungkin sebenarnya kutipan sahabat ini hmmm mungkin saudara :D


Lagi-lagi ingkar janji maafkan ya :'( , niatnya jam 6 udah kumpul tapi ternyata dikarenakan demam yang kembali menyapa sehingga aku tiduran aja dikost, Indri ada agenda yang ternyata tidak jadi, Mas Ganjar yang berstatus penunggu kamar, dan ada Emir yang udah nungguin kita dirumah.

Aku dan Indri mulai ke Matos untuk beli kado untuk Emir sembari Mas Ganjar masih sibuk dengan aktivitasnya dikamar *loh. Akhirnya cuman tongsis yang gak dapet (benda ini trend banget sampai banting harga) dan meluncurlah kita menuju rumah Emir hhe cukup lama aku tidak main kesana, banyak perubahan tambah rapi loh.

Perangkat acara : Handphone, Sushi Peco-Peco Kabuki set A, Hoka-Hoka Bento
Ciyeee temanya Jepang-jepang gimana gitu, tidak secara disengaja karena niatnya kita ingin makan Bakso tapi waktu tidak memungkinkan dan petuah dari Emir adalah jangan beli Pizza Hut, KFC, dll yang diketahui notabene funding bagi Israel *subhanallah Emir :D

Rangkaian acara : Makan, tuker kado, buka kado, ngobrol sama kelaurga Emir, pamit pulang (pamit pulang hanya berlaku untuk Mas Ganjar karena Aku dan Indri menginap dan baru pulang pagi hari karena Indri kuliah jam 06.30 hhe ckck anak gadis pulang pagi)

Makasih untuk kadonya, Alhamdulillah saudara-saudaraku ini gak kodeproof hehe soalnya aku udah lama banget pengen buku "bukan untuk dibaca jilid 2" cuman harganya yang bikin urung hhe belum lagi aku juga msh ada beberapa buku yang belum kelar dibaca hhe, makasih bukunya yang sempat dicek dulu untuk "Kreatif sampai mati" via bbm dengan pertanyaan "bukunya bagus, udah punya?"

23 September 2014

Sepertinya Sakit Mata bisa jadi Wabah

Penyakit mata merah atau dalam istilah kedokteran disebut Konjungtivitis adalah penyakit mata yang disebabkan oleh infeksi menular pada konjungtiva atau selaput bening pada mata yang menutupi bagian mata berwarna putih serta permukaan mata dalam pada kelopak mata. Penyakit mata merah (konjungtivitis) disebabkan oleh bakteri atau virus, sehingga termasuk penyakit menular tapi dibeberapa kasus disebabkan karena kemasukan suatu benda ke dalam mata yang mengakibatkan iritasi. jika disebapkan oleh alergi maka tidak menular.

Alkisah kenapa mendadak tertarik dengan sakit mata adalah karena mengalaminya, karena hampir serumah tertular sakit mata ini, and you must know induk dari penularan adalah Omar Rausan Fikrijal haha, betapa malunya ketika daya imun orang dewasa kalah hmm tapi ternyata emang sakit mata ini termasuk penyakit kecil-kecil cabe rawit dah.

Ini dia pelakunya

22 September 2014

Pembicaraan

Malam itu, ketika dikira anak perempuannya terlelap. Bapak berbicara kepada ibu di ruang tamu. Tentang segala kemungkinan yang terjadi bila anak perempuan satu-satunya diambil orang. Tentang sepinya rumah ini. Tentang masa tua. Tentang hidup berumah tangga. Kukira bapak berlebihan. Tapi warna suaranya menunjukkan kepedulian .Aku yang sedari tadi pura pura tidur, mendengarkan. Semoga aku bertemu dengan laki-laki yang lebih bijaksana dari bapak. Karena aku membutuhkan kebijaksanaannya untuk memintanya tidak meninggalkan bapak dan ibu sendirian.Ku harap ada yang menga-aamiin-kan.- Kurniawan Gunadi

Umurku sudah 21 Tahun, polapikirku bukan lagi tentang sekadar besok mau main kemana, besok pakai baju apa, enaknya makan dimana, bla..bla hhe terkadang aku merindukan polapikir masa lampau yang begitu polos, lugu, dangkal dan sebagainya. Umurku kini 21 Tahun, aku mulai memikirkan tentang sekitarku, aku mulai memikirkan tentang orang tuaku lebih sering dari biasnya, memikirkan hidupku yang bukan sekadar main, bermain, atau dipermainkan *loh

Pembicaraanku dengan kakak sudah lebih luas diumur 21 ini, bukan lagi sekadar tentang ada film bagus, artis ini sama artis ini, baju ini lucu. Akhir-akhir ini selain membicarakan tentang ideologi kita juga mulai menceritakan tentang orang tua, mulai berpikir begitu banyak terkadang memberi hadiah untuk teman dan tambatan hati *emang punya yat? haha tapi rasanya bisa dihitung jari pemberian pada orang tua. terkadang pembicaraan ini juga berlanjut pada bapak dan mama tentang hidup dan cara untuk hidup.

Variabel : KAMMI dan FH UB (Perspektif Saya) Kaitan Kepentingan

Saya ingin menulis sedikit tentang ketakutan tentang “kepentingan” yang berada di FH UB, ada sebuah statement menarik di ask.fm sesungguhny...