Tampilkan postingan dengan label quotes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label quotes. Tampilkan semua postingan

09 Oktober 2014

Jatuh

jatuh /ja·tuh/ v 1 (terlepas dan) turun atau meluncur ke bawah dng cepat karena gravitasi bumi (baik ketika masih dl gerakan turun maupun sesudah sampai ke tanah dsb): tabung kaca itu -- dan hancur; 2 turun banyak (harga, nilai, dsb); merosot: harga mobil di pasar bebas --; 3 sampai ke ...; tiba di ...; kena pd ...; tembus ke ...; ditujukan ke: jalan kecil ini -- ke Kampung Ambon; teranglah sindiran itu kpd saya -- nya; 4 bertepatan dng; berbetulan dng; tepat pd: perayaan triwindu -- pd hari Selasa, tanggal 15 bulan Maret; 5 berhenti memegang kekuasaan (tt pemerintah, kabinet, dsb): 6 bangkrut (tt toko, kongsi, dsb); 7 kalah atau dirampas musuh (kota, benteng, dsb); 8 tidak lulus (dl ujian); gagal (dl usaha); sangat menderita (rugi, sengsara, dsb); 9 tidak tahan lagi (oleh godaan, penderitaan, cobaan, dsb); 10 menjadi (sakit, miskin, cinta, dsb): -- miskin;busuk kerbau, -- berdebuk, pb perbuatan yg kurang baik lambat laun akan ketahuan orang lain juga;

Jatuhlah kemanapun yang kamu suka, asal kamu jatuh tidak ditempat yang sama karena itu namanya bodoh. Jatuh itu menyenangkan, loh kok gitu? iyalaah siapa yang gak senang kalau jatuh cinta tapi hahaha, Jatuhlah tapi jumlah bangkitmu harus lebih banyak dari jumlah jatuhmu. Maka jatuhlah agar kamu tau rasanya terprosok agar kamu tau sinar cahaya dari bawah, meihat perspektif lain. Jatuhlah agar kamu paham sakit agar kamu bisa menyembuhkan. Jatuhlah agar kamu tau tangan siapa yang siap terulur dari atas. Silakan jatuh tapi jangan lupa bangkit :)

Daun yang jatuh tak pernah membenci angin, dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja. Tak melawan, mengikhlaskan semuanya.
Bahwa hidup harus menerima, penerimaan yang indah. Bahwa hidup harus mengerti, pengertian yang benar. Bahwa hidup harus memahami, pemahaman yang tulus.
Tak peduli lewat apa penerimaan, pengertian, pemahaman itu datang. Tak masalah meski lewat kejadian yang sedih dan menyakitkan. Biarkan dia jatuh sebagaimana mestinya. Biarkan angin merengkuhnya, membawa pergi entah kemana. - Tere Liye

07 Oktober 2014

Pecinta Sejati

Beberapa hari yang lalu mengisi waktu yang sangat luang dan sedikit menyebalkan ini aku memilih meneruskan kegiatan membaca dan buku yang terpilih adalah buku ringan "Seribu Wajah Ayah" karya kak Azhar Nurun Ala  yang menghantarkan pada beberapa quote menarik, kali ini tentang pencinta sejati :

Syarat untuk menjadi pecinta sejati: kemantapan hati dan kemampuan. Tak ada cinta sejati tanpa kemantapan hati dan kemampuan. Mereka yang berkata 'Aku mencintaimu' dengan hati yang mantap tapi tanpa kapasitas yang mumpuni untuk menjaga, merawat, dan menumbuhkan, hanyalah para perayu -kalau bukan pembual. Mereka yang memiliki kemampuan tapi tak mantap hatinya adalah peragu. Pembual dan peragu rasa-rasanya keduanya tidak pantas masuk dalam kategori pecinta sejati. Lebih dari itu sepertinya mereka tak layak disebut pecinta

Sudah menemukan cinta sejati? aku sudah :) padaNya illahi Rabbi *berusaha setia hingga akhir hayat :), yang menitipkan cinta sejati milikNya pada malaikat-malaikat dilangit serta dibumi yang aku panggil dengan sebutan Bapak, Mama, Kakak, yang bertalian darah atau yang disatukan hatinya dalam ukhuwah, dan kelak bertemu pada dia yang telah dituliskan dilauh mahfuz untuk menyempurnakan makna cinta sejati dimuka bumi...

Terima kasih cinta sejati, semesta tak hanya berwarna tapi juga berarti

05 Oktober 2014

Yakin

yakin /ya·kin/ a 1 percaya (tahu, mengerti) sungguh-sungguh; (merasa) pasti (tentu, tidak salah lagi).

Krena 1 keyakinan mengalahkan 99 kepentingan
-J.S Mills.

Berkata Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah menerangkan makna yakin: “Yakin dalam iman seperti kedudukan ruh dalam jasad, yang dengannya orang-orang yang ‘arif saling berunggul-unggulan, orang-orang berlomba-lomba padanya, orang-orang yang beramal berjalan kepadanya, dan suatu kaum beramal agar berada di atasnya, serta isyarat mereka seluruhnya kepadanya, dan apabila sabar bergandengan dengan yakin maka keduanya itu akan melahirkan kepemimpinan dalam agama.

وَفِي الأَرْضِ ءَايَاتٌ لِلْمُوقِنِينَ


“Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin.” (Adz-Dzaariyaat:20)

Yakin adalah ruhnya amalan-amalan hati yang (amalan-amalan hati tersebut) merupakan ruhnya amalan-amalan anggota badan, dan merupakan hakikatnya kejujuran/kebenaran serta pusatnya perkara ini.” (Madaarijus Saalikiin 2/397). Ada tiga tingkatan dalam yakin: ‘ilmul yaqiin, haqqul yaqiin, dan ‘ainul yaqiin. Adapun tingkatan pertama seperti pengetahuanmu bahwasanya di lembah ini terdapat air, sedangkan tingkatan kedua adalah kalau kamu sudah melihatnya dan tingkatan ketiga adalah kalau kamu sudah meminumnya.

Sekali lagi begitulah manusia : tak selalu yang kita yakini, berani kita jalani | Berani atau tidak tentu saja semata-mata itu pilihan - Azhar Nurun Ala

Yah itulah aku manusia, dalam hal keyakinan yang tidak berani :|, aku yakin berdekatan dengan yang bukan mahram itu dosa tapi rasanya untuk menjaga jarak sungguh sulit sekali, aku yakin sebenarnya komptensiku cukup baik tapi rasanya nilai-nilai ditranskripku bicara lain, aku yakin shalat adalah tiang agama tapi kadang kelu lidah mengajak rekan shalat, aku yakin aku baik-baik saja tapi terkadang tak jarang ada dokter apointment, aku yakin dikelilingin orang yang menyayangi tapi kerap kali aku merasa sendiri, bnyaklah keyakinan dalam diri yang tak berani untuk dilakukan bahkan untuk tetap dipertahankan sebagai keyakinan, bahkan tak jarang aku menghancurkan keyakinan orang-orang sekitarku. itulah aku atau mungkin aku tidak yakin atau aku tidak berani hhe memusingkan

Tapi aku yakin Allah itu maha pengasih dan maha penyayang, maka aku berani terus berdoa padanya... sekadar mohon ampun atau meminta

02 Oktober 2014

Ini malah sudut pandang

"luas samudra jalinan aral" seluas itulah mungkin bumi kita sehingga seluas itu juga kita bisa menebar pandangan ditiap sudutnya untuk mengambil pesan dan mengurai makna. Sudut pandang yang kita ambil adalah pilihan kita ...

(me)sendiri(an)


Dari kombinasi frasa diatas bahkan kamu bisa merajut 3 makna dengan 3 sudut pandang yang berbeda (penulisan dibantu oleh KBBI) :
  • Sendiri /sen·di·ri/ adv seorang diri; tidak dng orang lain: Keadaan sendiri bukan pilihan namun untuk merubah sendiri menjadi ramai itu bisa jadi pilihan dengan berjalan meninggalkan sendiri itu :)
  • Me + Sendiri = Menyendiri /me·nyen·di·ri/ v mengasingkan diri; memencil: Sebenarnya diluar sana ada banyak orang yang bersedia berdampingan bersamamu, tapi kamu memilih untuk sendiri entah untuk menghindar atau untuk kebaikanmu sendiri
  • Sendiri + an = Sendirian /sen·di·ri·an/ pron seorang diri; sendiri: orang yang melihat kamu tanpa teman ya akan menyebutmu dengan istilah sendirian

Berhati-hatilah ...
Dalam Surat Yunus (10) ayat 36. Allah SWT berfirman, "Prasangka itu tidak mendatangkan kebenaran apapun" Firman serupa ditegaskan kembali dalam Surat An Najm (53) ayat 28. Kemudian dalam surat Alhujurat (49): 12, Allah SWT juga berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, jauhilah memperbanyak prasangka, karena sebagian prasangka itu dosa".

Rasulullah saw bersabda: "Seandainya saja manusia mengetahui apa yang aku ketahui tentang bahaya kesendirian, niscaya tak ada seorang pun yang mau bepergian pada malam hari seorang diri." (HR Bukhari)

Reblog : Harapan - Kurniawan Gunadi

Sewaktu aku melangkah, aku teringat banyak hal. Aku tidak pernah meminta sejauh dan sebaik ini. Aku sudah cukup malu untuk meminta lebih sementara Tuhan sudah begitu baik dengan memberiku kesempatan. Nyatanya, Dia memberi lebih.

Kini harapan itu berada di langit-langit, sementara semakin tinggi harapan, semakin disadari bahwa tempat bergantungku tiada lain hanya Tuhan.

Kini doaku diliputi kecemasan, tentang jawaban atas harapan yang Dia tunjukkan. Tentang kesempatan besar yang Dia berikan.

Apakah ini hanya sebagai pembelajaran atau akan benar-benar menjadi ujian, aku tidak tahu. Sejauh langkahku tak terhenti, aku paham bahwa semua ini berada dalam rencana Tuhan. Segala sesuatunya diluar dugaan, segala sesuatunya benar-benar hanya bisa dipahami dengan keimanan dan ketaqwaan. Bukan lagi perasaan.

01 Oktober 2014

Catatan Perjuangan

"Saya akan mengatakan kepada seluruh aktivis muslim, jangan pernah mereka merasa sempurna. Karena stiap kali orang merasa sempurna, saat itu ia berhenti bertumbuh. Dia berhenti berkembabng..” ~Ust. H.M Anis Matta,

Naya tak bisa diam, tangannya mencoret-coret segambleng strategi yang ingin dilaksanakan. Naya bergegas menuju agenda yang bukan hanya ada satu dalam aplikasi reminder di HPnya, sesungguhnya Naya sudah belajar tentang mana prioritas namun tetap saja dia mengusahakan untuk hadir tapi terkadang dia tidak bisa hadir karena acara lain. Forumpun dimulai dan Naya sudah tidak sabar untuk berkomentar apapun seperti sekedar menyampaikan pendapat atau kritik. Naya merasa puas sudah memberikan kontribusi dan Naya merasa berhak mendapatkan balasan, Naya sibuk mengatur agenda lain serta waktu diskusi lain sembari tersenyum menatap CV yang sudah seabrek pengalaman itu, Naya ingin membukti pada seorang senior bahwa dia bisa.

*** Yang Sebenarnya Terjadi ***

Naya bukan konseptor maupun mesin yang handal, tapi dia hanya terlihat seperti itu. Naya terlambat panas, terlambat memaknai makna kehadiran dan terlambat memaknai prioritas. Naya seringkali lupa bahwa diam adalah emas maka tak jarang Naya justru malah menyakiti teman seperjuangan padahal seharusnya sebelum bicara Naya harus mempertimbangan mudhrat dan manfaatnya, maka tersakitilah temannya dengan semacam hal yang sebenarnya pernah Naya alami "selama ini tidak ada tiba-tiba saja baru memberikan bantuan atau merombak konsep". Balasan? Naya lupa kalau perjuangan ini tidak ada balasan kecuali pemahaman makna lillah, Naya lupa kalau amanah takkan salah memilih pundak dan masing-masing punya porsinya. Naya bukan siapa-siapa melainkan duri dalam daging perjuangan yang telah dirintis rapi oleh tetua bahkan tetua yang tidak sukai itu selalu mengawasinya meski bukan dengan cara yang Naya suka.

*** Diseberang Sana ***

Selalu ada yang mendoakan Naya untuk selalu bergerak, berproses, menuju arah perbaikan... dan Naya paham itu, dan Naya senang meski terkadang diseberang sana dalam ruang segiempat dia sering merasa bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa yang pantas meniti perjuangan ini :')

Allah SWT akan senantiasa menguji antum pada titik terlemah antum. Orang yang lemah dalam masalah uang, namun kuat dalam masalah jabatan dan wanita, tidak di uji dengan wanita dan jabatan. Orang yang sennatiasa mudah tersinggung dan pemarah, maka akan di uji oleh Allah dengan dipertemukan dengan orang-orang yang senantiasa membuatnya tersinggung dan marah. Sampai ia berhasil memperbaiki kelemahannya itu dan tidak lagi mudah tersinggung dan marah. Sampai ia berhasil memperbaiki kelemahannya itu dan tidak lagi mudah tersinggung dan marah. Seorang yang senantiasa berlambat-lambat dalam dakwah karenaalasan “istri, mertua, tamu” akan senantiasa dihadapkan dengan alasan-alasan itu, “mertua datang, tamu datang silih berganti, yang akan terus menundanya untuk bersegera menghadiri liqoat dakwah, sampai ia bisa mengutamakan agenda dakwah.”
(KH. Rahmat Abdullah, Episode cinta Sang Murrobi)

Suatu hari nanti saat semua telah menjadi masa lalu, aku ingin berada di antara mereka, yang bercerita tentang perjuangan yang indah, dimana kita, sang pejuang itu sendiri. Tak pernah kehabisan energi tuk terus bergerak, meski terkadang godaan tuk berhenti atau bahkan berpaling arah begitu menggiurkan. ingin pantas menyebut diri ini pejuang dan langkah ini perjuangan. Keep istiqomah!

P.S : Tulisan catatan ini tentang perjuangan, tapi apakah sebenarnya Naya ikut dalam perjuangan? apakah penulis paham makna perjuangan... ah ntahlah perlu banyak belajar lagi

aku, dia --"

Aku bukan tak nyaman kau sebut namanya, hanya takut jantungku tak lagi ditempatnya.
Aku bukan tak suka kau pasangkan aku dengan dia, hanya saja aku takut anganku melambung membentur langit menguncang arsy hingga Tuhan marah..
Aku bukan pendiam, hanya tak ingin bercerita yang tak seharusnya aku ceritakan.

Maka aku ini hanya berkata : tunggu saja waktu yang berbicara, nama siapa bersanding dengan nama siapa dalam undangan pink itu :D
Maka inilah aku disebrang jalan bukan disamping dia, tapi smoga bertemu diujung sana :D

29 September 2014

Menulis

Saya sangat bersyukur jika blog novel ini bermanfaat bagi banyak orang, tapi saya tak kan terlalu sedih bila ternyata blog novel tak membawa makna apa-apa. Bagi saya, menulis adalah semacam ritual untuk menasehati diri sendiri. Menulis seperti menciptakan "sosok kita" pada bentuk lain, kemudian membiarkannya bicara apa saja tentang kita dan pada saat tertentu menegur kelalaian kita. Tulisan itu hidup. Ia bernafas, bicara, bahkan denyut nadinya bisa kita rasakan - Azhar Nurun Ala dengan gubahan dalam buku seribu wajah ayah

25 September 2014

Lari

Kita pernah dilukai. Oleh ucapan orang lain.
Kita pernah ingin mati. Oleh tatapan orang lain.
Kita pernah ingin pergi. Oleh ketidak pedulian orang lain.
Kita ingin hujan-hujanan biar air mata kita tidak terlihat.
Kita ingin sendiri biar sedih kita tidak diketahui.
Kita ingin orang lain pergi, sebab mereka tidak peduli.
Hidup ini sulit bila kita terus menerus sibuk memikirkan apa kata orang.
-Kurniawan Gunadi

Rasanya ketika mengalami hal tidak mengenakkan diri hal pertama yang dipikirkan adalah lari, berhenti, mundur, putar arah, kabur. Tapi sadarkah ketika kita sedang memikirkan hal demikian kita sedang menghabiskan energi berpikir yang seharusnya bisa dialokasikan untuk melanjutkan perjalanan, karena kamu tau untuk melakukan sebuah pelarian akan sangat banyak persiapan yang harus kamu pikirkan dan itu hampir sama besar dengan persiapan untuk terus maju. jadi ketika memilih untuk lari coba tanyakan hatimu karena Insya Allah dialah pemberi fatwa terbaik karena merupakan titipan ilahi :)


Aku ini pernah berapa kali ingin berhenti, lari, kabur atau mengalami hal demikian ... Alhamdulillah itu semua hanya berhenti dikata "pernah" :D

22 September 2014

Pembicaraan

Malam itu, ketika dikira anak perempuannya terlelap. Bapak berbicara kepada ibu di ruang tamu. Tentang segala kemungkinan yang terjadi bila anak perempuan satu-satunya diambil orang. Tentang sepinya rumah ini. Tentang masa tua. Tentang hidup berumah tangga. Kukira bapak berlebihan. Tapi warna suaranya menunjukkan kepedulian .Aku yang sedari tadi pura pura tidur, mendengarkan. Semoga aku bertemu dengan laki-laki yang lebih bijaksana dari bapak. Karena aku membutuhkan kebijaksanaannya untuk memintanya tidak meninggalkan bapak dan ibu sendirian.Ku harap ada yang menga-aamiin-kan.- Kurniawan Gunadi

Umurku sudah 21 Tahun, polapikirku bukan lagi tentang sekadar besok mau main kemana, besok pakai baju apa, enaknya makan dimana, bla..bla hhe terkadang aku merindukan polapikir masa lampau yang begitu polos, lugu, dangkal dan sebagainya. Umurku kini 21 Tahun, aku mulai memikirkan tentang sekitarku, aku mulai memikirkan tentang orang tuaku lebih sering dari biasnya, memikirkan hidupku yang bukan sekadar main, bermain, atau dipermainkan *loh

Pembicaraanku dengan kakak sudah lebih luas diumur 21 ini, bukan lagi sekadar tentang ada film bagus, artis ini sama artis ini, baju ini lucu. Akhir-akhir ini selain membicarakan tentang ideologi kita juga mulai menceritakan tentang orang tua, mulai berpikir begitu banyak terkadang memberi hadiah untuk teman dan tambatan hati *emang punya yat? haha tapi rasanya bisa dihitung jari pemberian pada orang tua. terkadang pembicaraan ini juga berlanjut pada bapak dan mama tentang hidup dan cara untuk hidup.

12 Juni 2014

Berdoa :)


Prolog (Fahd Djibran : 2012)

Kakak ngak takut?
Takut. Tapi Kita bisa BERDOA

  • Berdoa adalah cara kita meminta bantuan Tuhan untuk bersama-sama menyelesaikan masalah yang kita hadapi
  • Tuhan selalu menyayangi kita, berdoa adalah cara kita memberi jawaban bahwa kita juga menyayangiNya dengan selalu mengingatNya
  • Mungkin Tuhan tmenjawab doa kita dengan tidak atau dalam artian Tuhan tidak menjawab semuanya, tapi kita akan tahu : Cara Tuhan tidak mengabulkan sebagian doa kita adalah untuk mengabulkan doa-doa yang lainnya
  • Doa adalah cahaya bagi ketidakmengertian kita. Kata Ayah, ditengah dunia yang gelap, malaikat pembawa rahmat hanya dapat melihat mereka yang menyalakan cahaya. Mereka yang berdoa adalah mereka yang sedang menyalakan cahaya dirinya dan memberi tahu para malaikat bahwa mereka masih mengingat Tuhan didunia meski tidak selalu mengerti. Mungkin, doa juga merupakan cara kita untuk belajar mengerti

A Man asked God
"If everything is written in destiny, then why We pray for it?"
God smile and said
"May be somewhere I wrote ... As You Wish"

02 Juni 2014

Perjalanan hingga Mei 2014

“Bersafarlah, sesungguhnya dalam safar memiliki beragam keuntungan” - Imam Ghazali


Cukup banyak catatan perjalanan yang cukup sulit diceritakan kembali dikarenakan diri sebagai tempat lupa :p, tapi Alhamdulillah tetap ada beberapa hal yang dingat sehingga Aku ingin tetap terus melakukan perjalanan. karena di Alquran dalam surat Al-Hajj 46 disebutkan “Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka memiliki hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau memiliki telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena Sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada.”

14 April 2014

Takut

Takut /ta·kut/ a 1 merasa gentar (ngeri) menghadapi sesuatu yg dianggap akan mendatangkan bencana: anjing ini jinak, engkau tidak perlu --; 2 takwa; segan dan hormat: hendaklah kita -- kpd Allah; 3 tidak berani (berbuat, menempuh, menderita, dsb): hari sudah malam, aku -- pulang sendiri; 4 gelisah; khawatir (kalau ...):digenggam -- mati, dilepaskan -- terbang, pb rasa gelisah, khawatir kacau-balau;
-- bayang-bayang perasaan takut tanpa alasan;
-- suntuk malam takut akan sampai pd batas malam; takut kemalaman;


Mungkin sudah cukup banyak literatur yang menceritakan tentang takut yang beraneka ragamnya. Dimulai takut pada benda, takut pada binatang, takut pada suara, takut pada kondisi.... tapi adakah yang menjelaskan tentang takut pada diri? kalau ada tolong ceritakan ya padaku bagaimana penyembuhannya? Aku hanya mendengarnya beberapa kali dan ntah kenapa Aku mulai yakin merasakannya...

Hmmm ada yang bilang kalau kata itu punya kekuatan tersendiri, jadi rasanya kalau menuliskan kata takut lagi apa itu akan semakin menguatkan ya?

Allahuma inni a'udzubika minal hammi wal hazan, wa a'udzubika minal ajzi wal kasal, wa a'udzubika minal jubni wal bukhli, wa a'udzubika min ghalabatid daini wa qahrir rijaal
"Ya Allah, aku berlindung kpd-Mu dari kemurungan dan kesusahan, aku berlindung kpd-Mu dari kemalasan dan aku berlindung kpd-Mu dari ketakutan dan kekikiran, aku berlindung kpd-Mu dari tekanan hutang dan paksaan orang." (HR. Abu Dawud)

*Sajak jangan habiskan

Kawan, jangan habiskan air mata menangisi seseorang
yang jangan-jangan tidak pernah menangis untuk kita

Jangan habiskan waktu memikirkan seseorang
yang boleh jadi tidak pernah memikirkan kita

Hidup ini memang kadang ganjil sekali,
Ada milyaran orang, tapi kita menambatkan hati
Ada berjuta kesempatan, tapi kita memilih satu saja

Hidup ini memang kadang rumit sekali,
Ada banyak hari esok, tapi kita tidak beranjak
Terlalu banyak hari kemarin, tapi kita terus terbenam

Aduhai, hidup ini memang kadang menyebalkan sekali,
Ada begitu banyak tempat, tapi kita masih di situ-situ saja
Ada begitu banyak pilihan kendaraan, tapi kita tidak segera naik
Masih saja di sana. Menatap kosong kesibukan sekitar.

Sungguh, jangan habiskan waktu kita
Untuk seseorang yang tidak pernah tahu
Bahwa kita menghabiskan waktu demi dia.

Darwis Tere Liye

P.S : Tertohok??? maka teriakkan saja sajak ini sekencang-kencangnya dalam bayangmu di cermin :D, biar dapat dilihat rupa kesadaran itu seperti apa hhe

11 April 2014

Surat Untuk Fakhri

Assalamualaikum Fakhri :)


Umurmu mungkin baru hendak menginjak seminggu tapi Mak Ucu mulai surat ini dengan salam agar kau terbiasa mendengarkannya, terbiasa mengucapkannya. Agar Fakhri terbiasa untuk berdoa ditengah hiruk pikuk dunia dan dengan salam ini merupakan langkah tersimpel untuk mendekatkan hati-hati dijalanNya. karena salam adalah doa kesejahteraan Fakhri.

06 November 2013

Akan Mengerti :)

Saya bersyukur :)
atas dua mata untuk melihat semesta
atas dua tangan untuk meraih
atas dua kaki untuk melangkah
atas bibir ini untuk berkata
atas telinga ini untuk mendengar
atas hati ini untuk merasa
ahh... saya bersyukur atas segala komponen yang menjadikan saya hamba Allah :')

Dan kali ini saya ingin sekali bersyukur saya diberi kemampuan untuk membaca, mendengar, dan menulis. kenapa? kok bisa? hubungannya dimana? hmmm jadi hubungannya adalah membaca dan mendengar itu ibarat input yang akhirnya membuat saya bisa menghasilkan output sebagai hamba Allah yang berpikir, aamiin...

Nanti, ketika kamu tua maka kamu akan mengerti
dan gak perlu waktu lama, saya rasa sebentar lagi pun kamu akan mengerti
asal kamu tetap istiqamah dijalanNya

Hari ini saya mendengar kata itu diucapkan oleh saudara saya :'), dulu kata itu pernah saya tulis bahwa saya bilang yang saya mengerti adalah rencanaNya itu selalu indah. Dan kali ini rasanya saya ingin menulis lagi tentang kata dari saudara saya ini untuk menjadi hal yang bisa saya baca kembali setelah saya dengar. menambah dan terus menambah tulisan hingga pada akhirnya saya benar-benar menjadi orang yang mengerti, ah saya jadi teringat motto abang saya yang nyaris mirip orang nyalon parpol tapi emang kata-kata itu mujarab banget "Belajar sepanjang hayat, berpartisipasi dalam kebaikan, dan terus bergerak untuk perubahan"

Semoga saya akan selalu diingatkan untuk mengerti ...

05 November 2013

Tinggal dibuktikan :)

Saya teringat ketika kuliah hukum perdata, dosen saya berkata seperti ini tentang mekanisme penilaian:
"Kalian semua pertama kali masuk sudah saya kasih A, tinggal selanjutnya kalian yang menunjukkan pantaskah kalian dapat A"
Sebenarnya kalau diperhatikan dosennya gak bohong kan ketika kita lihat ditranskrip nilai ternyata b+ atau lain-lain yang dibawah A, karena kita sendiri yang nentuin mau belajar gak untuk mengerjakan tugas serta ujian dengan baik. bahkan setelah saya pikir-pikir si dosen ini ngasih harapan dan semangat buat mahasiswa :)

Ternyata getar harapan "bahwa kita semua mempunyai kualitas terbaik" serupa saya temui dalam ayat dan sebuah kisah

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. - Ali Imran 110

Dalam shahih bukhari dikatakan pada suatu hari Rasullulah. bersabda kepada para sahabatnya, "Ayyul khalqi ajabu ilaikum imanan ? - Orang mukmin manakah yang paling mengesankanmu?" Mereka menjawab, "Para malaikat." Nabi bersabda, "Bagaimana mereka tidak beriman, sedang mereka hidup disisi Tuhannya?" Mereka berkata, "Para nabi." Beliau bersabda, "Bagaimana tidak beriman sedang wahyu diturunkan kepada mereka?" Mereka berkata, "Kami." Nabi bersabda, "Bagaimana kalian tidak akan beriman, sedang aku berada ditengah-tengah kalian?" Namun orang yang paling mengesankan keimanannya ialah suatu kaum yang lahir sesudahmu. Mereka menjumpai kitab Al-Quran lalu mengimani segala isinya (dikutip dari Tafsir Fi Zhilalil Qur`an Jld 11 hal 162)

Rasulullah : “Yang paling menakjubkan imannya adalah mereka yang datang sesudahku beriman padaku, padahal tidak pernah melihatku dan berjumpa denganku. Yang paling mempesona imannya adalah mereka yang tiba setelah aku tiada tapi membenarkanku tanpa pernah melihatku"

Maka tinggal dibuktikan kita adalah yang terbaik diantara yang baik,kita adalah pengharapan yang menjadi nyata,
kita adalah sosok yang menawarkan masa depan



10 Juli 2013

Great Letter or Poem Inspiration

Kenapa judulnya ragu gitu ya? jawabannya adalah karena ketika googling ini maka bisa menggunakan dua kata itu buat kata kunci tulisan yang pengen saya share. jujur belum pernah nonton act of valor tapi cuman tahu satu soundtracknya yang dinyanyiin sama keith urban - for you *RECOMENDED dimana lyricnya itu "No greater gift has man, but to lay down his life for love", eh ternyata sekarang ditambah efek jlebnya sama tulisan dalam surat di film yang keren banget


Ceritanya lagi gonta ganti chanel tv nyari film bagus eh pas liat title act of valor penasaran pengen nonton eh ternyata itu udah bagian ending ketika ada sebuah surat yang dibacakan, dan ini dia surat itu yang pengen saya share sekaligus terjemahan alakadar ya :')

So live your life that the fear of death can never enter your heart.
Jalani hidup dengan tanpa rasa takut akan kematian menelusup dalam dada

Trouble no one about their religion
Jangan mempersulit atau mempermasalahkan agama seseorang

Respect others in their view
Hargai pendapat orang lain

And demand that they respect yours
Dan minta mereka untuk menghargai anda juga

Love your life, perfect your life, beautify all things in your life
Cintai hidup anda, sempurnakan, buat segala hal dalam hidup anda menjadi indah


06 Juli 2013

Duhai Diri

Jangan tanyakan kapan kebangkitan Islam,
karena islam pasti bangkit dan itulah adalah janji Allah...
Tapi tanyakan apa yang kamu lakukan untuk menegakkan Islam dimuka bumi
- Felix Siaw
Hari ini apa yang engkau lakukan?
Semenjak bangun pagimu
Hingga malam membersamaimu
Sudahkah engkau panjatkan puja-puji kesyukuran?
Atas segala nikmat yang terlimpahkan

13 Juni 2013

Lupa ingatan

Jika disinetron lupa ingatan bisa dipilih yaitu hanya sekadar amnesia ringan,
maka aku rela jadi aktris saat ini juga...

Variabel : KAMMI dan FH UB (Perspektif Saya) Kaitan Kepentingan

Saya ingin menulis sedikit tentang ketakutan tentang “kepentingan” yang berada di FH UB, ada sebuah statement menarik di ask.fm sesungguhny...