Stratifikasi Sosial di Indonesia

13 November 2011


Stratifikasi sosial menunjukkan adanya suatu ketidakseimbangan yang sistematis dari kesejahteraan, kekuasaan dan prestise (gengsi) yang merupakan akibat dari adanya posisi sosial (rangking sosial) seseorang di masyarakat. Sedangkan ketidakseimbangan dapat didefinisikan sebagai perbedaan derajat dalam kesejahteraan, kekuasaan dan hal-hal lain yang terdapat dalam masyarakat.

Di Indonesia sendiri telah mengenal sistem pelapisan sosial sejak berabad-abad yang lalu di mulai dari masa pra-sejarah, masa kerajaan hindu, kemudian masa penjajahan dan masa sekarang ini, dimana walaupun Indonesia menjunjung tinggi persamaan derajat namun sistem pelapisan sosial ini tidak bisa lepas karena sistem sosial ini memegang peranan dalam menjaga keseimbangan peran masing-masing

“ Historically four basic systems of stratification have existed in human societies: slavery, caste, estates and class ” by Anthony Giddens in Sociology,  chapter 10, edisi ke 4, Cambridge: Polity Press.

Ketika masa prasejarah atau Nirleka (nir: tidak ada, leka: tulisan) adalah istilah yang digunakan untuk merujuk kepada masa di mana catatan sejarah yang tertulis belum tersedia. Zaman prasejarah dapat dikatakan bermula pada saat terbentuknya alam semesta, namun umumnya digunakan untuk mengacu kepada masa di mana terdapat kehidupan di muka Bumi dimana manusia mulai hidup. (wikipedia)

di Indonesia sendiri telah mengenal sistem pembagian kerja dimana pihak pria yang berburu dan mencari makan sedangkan pihak wanita yang bertugas mengurus urusan rumah tangga seperti memasak dan menjaga anak, lambat laun terjadi perkembangan dimana dibentuknya undagi atau kelompok yang ahli dibidangnya, dan diiringin dengan adanya kepala suku dan keanggotaannya untuk mengatur kelancaran sistem bermasyarakat.

Ketika masa kerjaan hindu masuk di Indonesia diketahui abad ke-4 dimana terdapat bukti sejarah yaitu berdirinya kerajaan hindu tertua yaitu Kutai. pada masa Hindu inilah berkembang sistem kasta yang berdasarkan kepada kekuasaan dan kewenangan, empat kasta pada masa Hindu yang berlaku di Indonesia yaitu Brahmana yaitu golongan agamis, Ksatria golongan bangsawan, Waisya golongan pedagang, dan terakhir Sudra golongan bawah atau rakyat jelata. menurut saya mungkin inilah dasar awal pembagian status sosial di Indonesia berdasarkan kekuasaan dan kewenangan dimana kita kenal pada masa modern yaitu golongan atas, menengah dan bawah.

Masa Penjajahan dimulai dari masa kolonialisme Belanda dimana terdapat 3 golongan yaitu Orang Belanda dan Eropa yang merupakan golongan kelas satu, kemudian di kelas dua ada Golongan Indo-Eropa dan timur asing yang terdiri dari China, India, atau arab. dan terahir adalah Golongan Bumiputra yaitu orang Indonesia yang merupaka pegawai pemerintahan maupun petani dan pedagang.

selanjutnya ketika masa penjajahan Jepang terdapat perkembangan sistem stratifikasi sosial walaupun tetap golongan Jepang merupakan kelas satu, tapi di kelas dua terdapat golongan orang Indonesia yang berpendidikan, kemudian ada golongan Timur asing, golongan rakyat, dan ada golongan Belanda-Eropa.

dan kemudian sistem stratifikasi sosial berkembang hingga masa modern ini dimana dimulai dari bagian terkecil yaitu masyarakat terdapat tokoh agama, tokoh yang disegani, pihak RT dan RW, kelurahan, kecamatan, dll. kemudian berkembang dalam sistem pemerintahan negara dimana masing-masing telah memiliki peranan sosial yang harus dijalani, dimana stratifikasi sosial tidak bisa hilang dan berdasarkan pada keterampilan, kekayaan, kekuasaan, serta tingkat popularitas 

0 komentar:

Poskan Komentar