My Life My Adventure and My Story

24 Oktober 2014

Hidup dan Permainan

Jumat, Oktober 24, 2014 Posted by n.hadiyati , , No comments

Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahuinya.” (QS. Al Ankabut 64)

Hidup adalah permainan semata, tapi bukankah dari permainan kita belajar banyak hal. Belajar bagaimana mengatur strategi untuk memenangkan, belajar untuk tidak menyerah, belajar banyak hal untuk menjadikan permainan penuh makna dan hasilnya bisa dibagi keorang lain. Tahukah kamu bahkan penelitian menunjukkan bahwa rata-rata gamer memiliki IQ yang tinggi.

Mari kita analogikan hidup ibarat bermain candycrush saga


Level awal terasa mudah, semakin naik level semakin banyak tantangan atau misi yang kemudian divariasikan. Demikian juga hidup, bukankah ada adegium yang mengatakan “semakin tinggi pohon semakin kencang angin yang menerpanya”. ketika kamu selesai dari permasalahan satu maka bersiaplah untuk kemasan permasalahan berikutnya. Apakah manusia mengira setelah mereka mengikrarkan dirinya bahwa dia beriman, lantas mereka dibiarkan tidak diuji ? Sungguh, orang-orang yang terdahulu pun telah Kami uji. Yang dengan ujian ini, maka akan teranglah siapa yang jujur dalam pengakuan imannya, dan siapakah yang dusta.” (Q.S. Al Ankabut: 2-3).

Kamu tidak tahu pasti bagaimana untuk memenangkan tiap level, hanya berpikir dan mengerakkan pion atau candy berikutnya. Demikian juga hidup ada yang kita tidak tahu arah mana yang benar dan salah, kita bergerak berdasarkan instuisi dan ketika salah bukankah selalu ada cara untuk kembali kejalan yang benar hingga pada akhirnya menemui kemenangan. Dan ketika candy yang kamu gerakkan sangat tepat bukankah mendapat bonus itu menyenangkan, Tuhanpun telah mengatur bahwa setiap amal baik akan diganjar pahala berlipat ganda.

Kamu akan merasakan permainan level sebelumnya lebih mudah, demikian hidup ketika kamu menyelesaikan satu masalah akan terasa lebih ringan hati untuk melangkah kedepan.

Ada kalanya kamu memilih untuk berhenti ketika ketika stuck di level tertentu tapi tetap saja akan ada hasrat diri untuk bermain kembali dan disuatu saat kemudian kamu pun akan mulai bermain lagi dengan strategi baru. Hidup menyediakan penyesalan namun hidup juga menyediakan seribu pintu untuk mengawali hari, kamu tidak akan memenangkan permainan dengan rutukakn demikian juga hidup.

18 Oktober 2014

Matahari dan Dua Gunung

Sabtu, Oktober 18, 2014 Posted by n.hadiyati , , No comments
Mungkin matahari terlihat terang nyata dibumi, semua menyanjungnya dalam sajak, mengagumi sinarnya yang menghangatkan bukan panas. Awal baru adalah matahari, tapi tetap saja beberapa berlindung dalam bayang, tak menyukai matahari yang mereka anggap terik,

Tuhan memang adil, menciptakan matahari tak sendiri ditengah hiruk pikuk dunia. Selalu ada langit yang bersedia mengikuti, akan biru saat pagi, akan jingga saat sore, akan gelap saat terang, meski terkadang pecah juga dalam rinai hujan tapi bukankah selepas itu pelangi, yah langit memang bukan yang paing setia dibandingkan dua gunung. Tuhan selalu menyandingkan matahari dengan dua gunung, tak percaya? lihat saja bagaimana anak sekolah dasar menguraikan indahnya alam.

Dua gunung berdiri kokoh, tegap menjulang menentang angin. Mungkin tak sama besarnya tapi tetap saja kekuatan mereka sama, tetap akan membuat tersengal-sengal para pendaki. Dua gunung mendampingi matahari dengan gagahnya tidak beranjak dari posisi menjaga matahari dari sepi, matahari melanjutkan hari kadang muncul dibalik dua gunung, kadang tenggelam dibalik dua gunung, meredupkan cahaya agar dua gunung tetap terlihat indah :)

Demikian sabda alam bercerita tentang Tuhan yang memberikan peran masing-masing pada ciptaannya. Sungguh elok jika dapat menjadi siapapun tapi lebih elok memainkan peranmu sendiri sebagaimana matahari dengan perannya, gunung dengan perannya, langit dengan perannya

16 Oktober 2014

Mari Kita Analogika Hidup dan Bioskop

Kamis, Oktober 16, 2014 Posted by n.hadiyati , , No comments

Mari kita analogikan dunia dengan bioskop, berbondong-bondong orang didalamnya aneka rasa aneka rupa demikianlah jumlah manusia didunia terlahirkan. Tujuannya kebioskop pasti buat menonton tapi tiap masih kepala pasti punya tujuan sendiri, ada yang ingin dihibur, ada yang menghabiskan waktu, ada yang cari tempat aman berdua dengan sidia demikianlah hidup walau tujuan pasti adalah menyembah padaNya ada juga yang mencari harta, mencari tahta, mencari bahagia, dll.

Penonton menempati kursi yang disediakan yang telah ditentukan nomornya tercetak dikarcis, demikian manusia dan takdirnya yang telah ditentukan di lauh mahfuz. tapi bukankah ada takdir yang dapat diubah ? demikian juga sebelum pembelian tiket karcis kita dapat memilih nomor urut kursi yang ingin kita tempati bukan? Allah berkata dalam surat as-syam ayat 8 dan 9 : maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya, beruntunglah yang menyucikannya, merugi yang mengotorinya.

Salah kursi bukan hal yang baru dalam acara nonton dibioskop, ada yang setelah mendapat pengarahan menempati kursi yang disediakan secara benar, namun ada yang terkalahkan oleh ego hingga akhirnya beradu argument, malu dan meninggalkan bioskop sambil mengerutu terkait layanan yang ia rasa tidak puas. Demikianlah hidup ada yang ketika melakukan salah mampu memaksa diri untuk kembali kejalan yang benar, ada yang suka berkubang dalam lumpur dosa, naudzubillah.

Menonton dibioskop ada yang bersama teman-teman ada yang memang memilih sendirian, bahkan ada yang terpisahkan dari teman karena kondisi kursi yang tersedia dan baru dapat bertemu setelah perfilman selesai sambil bercerita tentang film atau mengerutu karena terpisah. Demikianlah hidup, ada yang bertemu rekan-rekan bersatu dalam ikatan ukhuwah, ada yang diuji terpisahkan untuk berprose dan kembali bergabung dalam ikatan atau keluar, bahkan ada yang memang memilih untuk sendirian.

Mari kita analogikan dunia ini ibarat bioskop yang menayangkan film berganti-ganti dan memiliki akhir dan memaksa penonton untuk pulang kerumah masing-masing, ada yang terpuaskan dengan endingnya ada pula yang tidak. demikianlah hidup yang hanya sementara, penuh pertanggungjawaban, ada yang tersenyum disurga kelak atau terbakar dalam jahanam.

Mari kita analogikan hidup agar kita belajar

14 Oktober 2014

Hai Blogger

Selasa, Oktober 14, 2014 Posted by n.hadiyati , , No comments
Sudah dua hari hingga menyebapkan "nacolypse" akibat memindahkan postingan blogger ke tumblr. tiba-tiba jadi mikir semoga blogger tetap terperhatikan :) ada tantangan baru untuk tetap dan terus menulis, semoga dimudahkan haha banyakan semoga deh. bismillah perkenalan yak tandem beda jaringan di nhadiyati.tumblr.com

12 Oktober 2014

Makna Sebuah Kehadiran

Minggu, Oktober 12, 2014 Posted by n.hadiyati , No comments
Aku mendapatkan pesan ini di Grup Whatsapp, trus habis delete history menyesal karena belum sempat dicopas, dan alhamdulillah tadi lagi tumblring *istilah sendiri jelajah tumblr orang, aku menemukannya, semoga bermanfaat ... terkadang yang dibutuhkan dari semua hal adalah teman disamping kita, duduk bersama. Bukankah Ebiet G Ade pernah bilang "perjalanan ini terasa sangat menyedihkan, bila kau tak duduk disampingku kawan

Hadir

A short story by Virgi

Ruangan itu semakin dingin. Membuat setiap yang hadir dan melingkari meja makin kian merapatkan jaketnya. Di luar suara bising kendaraan kian memekakkan telinga. Hujan sejak sore menyisakan macet berkepanjangan di kota sepadat ini. Selalu begitu.

"Sungguh jangan pernah menyepelekan sebuah kehadiran…," kalimat itu diucapkan datar, namun entah mengapa menyentak logikaku dengan cepat.

Matanya tajam, berpendar ke sekeliling meja panjang itu. Menatap tajam setiap yang hadir. Tatapan yang unik, menurutku. Tatapan tajam yang sedikit ‘memohon’.

"Jangan pernah menyepelekan sebuah kehadiran. Ide diskusi ini memang baru saja diusulkan minggu lalu. Biarlah. Biarlah forum baru ini berjalan pelan-pelan," ujarnya setelah jeda cukup lama.

Sekali lagi. Ada sesuatu yang sepertinya akan akan menjadi pelajaran berharga bagiku. Malam ini sepertinya akan ada hikmah baru. Begitu pikirku.

"Untuk sekarang ini, tak terlalu penting kita bisa mengundang pembicara hebat. Tak terlalu mendesak kita untuk menyewa ruangan lebih luas. Tak usah dulu kita agendakan macam2. Cukuplah masing-masing kita menguatkan satu sama lain dengan sebuah kehadiran."

Malam kian larut. Angin malam menamparkan rasa sejuknya wajahku yang pias. Jalan raya masih ramai. Macet belum juga surut.

Ya. Malam ini aku belajar tentang makna penting sebuah kehadiran. Bukan. Bukan untuk apa-apa. Hanya untuk menguatkan hati-hati yang berniat suci namun ragunya masih mendominasi.

Malam ini aku tersadar. Bahwa amal shalih bukan hanya kerja keras sampai larut. Ya, sebuah kehadiran. Hanya sebuah kehadiran. Yang mungkin terlihat remeh. Namun dampaknya begitu besar. Amal shalih tak harus berupa kerja keras sampai larut. Kata-kata itu masih terngiang. Kehadiran.

"Cukuplah kita saling berjanji untuk mengistiqomahkan sebuah kehadiran," ujarnya kembali dengan raut meyakinkan. Tampak betul ia paham dengan keadaan.

"Sungguh. Yang membuat kita kuat kadangkala bukanlah kerja-kerja hebat. Yang bertumbuh, kadang tak selalu disebabkan segelintir jiwa yang kau kira teguh. Yang membuat abadi justru adalah kehadiran kawan-kawan sejati yang secara tak langsung saling menguatkan hati."

Malam itu aku belajar sebuah hikmah dari komitmen dalam hati. Bukan komitmen muluk-muluk. Hanya komitmen untuk menguatkan setiap hati dengan sebuah kehadiran.

"Yang menguatkan, sungguh adalah hal-hal yang seperti ini," lanjutnya. "Upayamu untuk meluangkan waktu, di tengah-tengah kesibukanmu, hanya untuk meyakinkan yang lain bahwa kau masih setia disitu."

Maka sejak malam itu, aku tak pernah menyepelekan sebuah kehadiran. Tak apalah orang bilang aku hanya tim hore. Tak mengapa mereka anggap aku tak kerja nyata. Aku tau aku mungkin tak setangkas yang lain dan ideku tak secemerlang itu. Tapi aku punya hal berharga yang bisa selalu kubawakan. Aku akan persembahkan ‘kehadiran’.

Kehadiranku jadi penyemangat bagi jiwa-jiwa yang terlihat teguh. Kehadiranku akan jadi hadiah bagi jiwa-jiwa hebat yang kadang resah hanya karena tak hadirnya mereka yang diharap.

Biarlah aku beramal shalih dengan caraku sendiri. Mungkin aku belum sehebat mereka. Mungkin aku belum bisa lakukan banyak hal. Namun aku punya caraku sendiri. Kehadiranku adalah sebuah hadiah yang indah.

Dengannya, aku siap memperpanjang masa semangat itu. Bersamanya, aku sanggup meneguhkan jiwa-jiwa yang rentan bosan itu. Kehadiranku adalah amal shalihku.

Tak terasa, sudah satu jam aku berdiri disitu, malam kian larut. Bis yang kutunggu tak juga lewat.

Kuulaskan satu senyum tipis. Berisi janji dalam hati bahwa setelah ini, kehadiranku akan jadi salah satu wujud amal shalihku.

- Ditulis saat gerimis, di kemacetan Senayan, Jakarta Pusat 17/04/14 -

Kisah Penjual Buah Segar

Minggu, Oktober 12, 2014 Posted by n.hadiyati , No comments
Diceritakan ulang oleh Mas Hendy dengan tokoh Bapak Penjual Ikan Segar, dan tragisnya diending cerita adalah seorang pembeli yang bertanya, "Bapak sebenarnya jualan apa ya? kok tidak ada keterangannya"

Beberapa waktu yang lalu ada seorang pedagang buah yang memulai berjualan di pasar dipagi hari. Ketika hari masih pagi ia sudah mulai sibuk menata dagangannya, tidak seperti pedagang buah pada umumumya, Ia berinisiatif bagaimana cara agar dapat menarik pembeli untuk mendekati dagangannya, kemudian ia memasang papan pengumuman bertuliskan “HARI INI DI SINI DIJUAL BUAH SEGAR”

Tidak selang beberapa lama kemudian datang seorang pengunjung yang menanyakan tentang papan pengumuman yang ia pasang, pengunjung tadi menanyakan tentang tulisannya. “Mengapa Bapak tuliskan kata HARI INI? Bukankah Bapak memang hari ini berjualan, bukan kemarin atau besok?” tanya pembeli itu.
Kemudian Pedagang buah itu berpikir sejenak dan kemudian menjawab, “Iya, kau benar.” Lalu ia menghapus tulisan “HARI INI” sehingga di papan pengumuman tersebut tulisan berkurang menjadi “DISINI JUAL BUAH SEGAR”

Kemudian beberapa saat datang pembeli lain yang ke dua. Pembeli kedua tersebut juga menanyakan tulisan yang ada di papan pengumuman itu, “Mengapa Bapak tulis kata DI SINI ? Bukankah semua orang sudah tau kalau kau berjualan DI SINI , bukan DI SANA atau di tempat lain?” tanya pengunjung kedua.
“Benar juga!” pikir si pedagang buah tersebut, lalu dihapusnya kata “DI SINI” dan tinggallah tulisan “JUAL BUAH SEGAR”.

Tidak lama kemudian datang pengunjung ke tiga yang juga menanyakan tulisannya.
“Mengapa Bapak pakai kata SEGAR ? bukankah semua orang sudah tau kalau yang Bapak jual adalah Buah yang segar, bukan buah busuk?” tanya pengunjung ketiga. “Benar juga” pikir si pedagang buah, lalu dihapusnya kata “SEGAR” dan tinggallah tulisan “JUAL BUAH”

Sesaat kemudian datanglah pengunjung ke empat yang juga menanyakan tulisannya, “Mengapa Bapak tulis kata JUAL? Bukankah semua orang sudah tahu kalau buah ini untuk dijual, bukan dipamerkan atau dibagikan?” tanya pengunjung ke empat. Benar juga pikir si penjual ikan,, lalu dihapusnya kata JUAL dan tinggalah tulisan “BUAH”

Selang beberapa waktu kemudian, datang pengunjung ke lima, yang juga menanyakan tulisannya : “Mengapa Bapak tulis kata BUAH?, bukankah semua orang sudah tau kalau ini BUAH bukan Daging atau Sayur?” tanya pengunjung kelima. “Benar juga” pikir si penjual buah, lalu diturunkannya papan pengumuman itu. Tinggallah pedagang buah tersebut berjualan tanpa memasang papan tulisan, dan keinginan menarik pembeli gagal sudah.

11 Oktober 2014

Uhibbukunna fillaah

Sabtu, Oktober 11, 2014 Posted by n.hadiyati , , , No comments
Ceritanya aku menemukan sebuah link tautan dari blog teman dan aku tertarik dengan sangat isinya, maka ingin kubagi pada kalian, kalian yang kusayangi karena Allah, silakan buka link ini untuk membaca keseluruhannya sebuah tulisan dari Ummu Said Fauziyyah, karena aku hanya mengutip beberapa dan mungkin ada yang terubah sesuai keinginan hati, maafkan semoga bermanfaat

Bismillah

Sebelum kau mengira aku sempurna tanpa cela,
hanya mengharap intan atau harta,
atau menghilangkan jejakmu dalam buku cerita..

Teruntuk kalian.. Uhibbukunna fillaah.. Baarakallahu fiikunna. Dariku, manusia yang penuh cela.

Pertemanan. Sebuah kata yang sarat makna menurutku. Akan sangat menyentuh hati dan mendatangkan beribu manfaat kalau dijalankan sesuai syariat-Nya. Dalam pertemanan itu, kita saling melengkapi, mengingatkan, memberi nasihat, tukar menukar cerita dan pengalaman…ah, pokoknya banyak sekali. Dalam pertemanan juga tidak boleh ada kebohongan, betul ngga? Satu saja kebohongan diciptakan maka goyahlah pertemanan tersebut. Tapi pertemanan tidak menuntut kesempurnaan karena semua manusia pasti memiliki cela, nah disinilah -saling melengkapi- itu akan berfungsi.

Aku dan kekuranganku … Kalian mengenalku sebagai -seseorang- yang tertutup, dengan jilbab lebar dan tebal serta rok panjang. Tapi kawan, aku masih memiliki beribu cela, ntah itu keegoisan, buruk akhlak, ketidak sabaran, atau mungkin lidahku yang selalu menyakiti setiap orang. Disinilah aku tidak ingin kalian menganggapku terlalu baik hanya karena melihat penampilanku, atau kalian malah menyamaratakan buruknya seseorang yang berpenampilan tertutup hanya karena banyaknya cela dalam diriku. Ya, inilah aku dengan satu tahap dari beribu tahap menuju -perbaikan- (in syaa’ Allaah)…. inilah aku dengan beribu cela. Aku membutuhkan nasihat dan teguran kalian karena mungkin ketika aku bergaul dengan kalian terlihatlah akhlakku yang buruk. Janganlah sungkan untuk menegurku… Imam Syafi’i dalam syairnya mengatakan:

Berilah nasihat kepadaku ketika aku sendiri,
dan jauhilah memberikan nasihat di tengah-tengah keramaian
karena nasihat di tengah-tengah manusia itu termasuk satu jenis
pelecehan yang aku tidak suka mendengarkannya
jika engkau menyelisihi dan menolak saranku
maka janganlah engkau marah jika kata-katamu tidak aku turuti
(Diwaan Imam Syafi’i, dikumpulkan dan disusun oleh Muhammad Ibrahim Saliim, hal 91. Dikutip dari muslimah.or.id)

Aku dan perbedaan… Kawan, dalam pertemanan ini, harapanku mungkin berbeda dengan harapan sebagian teman-teman lainnya, yang mungkin mereka akan berkata “Semoga kita bisa ke Paris bersama, memiliki rumah mewah, mobil banyak, terkenal”. lalu harapanku? Cukuplah aku katakan “Semoga Allaah menyatukan kita di jannah-Nya”. Aku menginginkan pertemanan dan kebersamaan kita tidak sampai disini saja, di dunia tapi juga sampai akhirat. Kita bertemu kembali di surga. Namun aku tau, perjalanan menuju ke sana tidaklah mudah karena banyak sekali kerikil tajam yang akan menghalangi perjalanan kita, butuh pengorbanan dan kesabaran dan akhirnya kelelahan kita itu akan terbalas dengan beribu nikmat yang ada didalamnya. Semoga Ia menyatukan kita kembali di jannah-Nya.

Aku dan perbedaan… Kebersamaan. Aku menyebutnya kebersamaan, mungkin sedikit berbeda dengan mereka yang diluar sana. kebersamaan bukan hanya sekadar bisa mejelajah tempat baru, berkunjung ke mall, makan ice cream, atau bahkan makan lalapan bersama. Ada Kebersamaan lebih tinggi lagi melalui pertemuan doa sebagaimana Imam Ghazali mengatakan :

“Ukhuwah itu bukan pada indahnya pertemuan, tapi pada ingatan seseorang terhadap saudaranya di dalam doanya.”
― Abu Hamid al-Ghazali

Ya, inilah aku yang hanya bisa memohon kepada-Nya agar siapapun orang -baik kalian ataupun yang lain- yang telah berbuat baik kepadaku, semoga Ia membalas kebaikannya.

Tentangmu… Tentang kalian yang telah menemani hari-hariku, aku tidak akan menuntut lebih dan menyisipkan harapan terselubung dari tali ikatan antara kita. Karena bagiku, kalian telah menerimaku menjadi bagian dari salah satu fase kehidupan kalian saja aku sangatlah bersyukur. Kebersamaan antara kita membuatku nyaman, itu lebih dari cukup. Nyaman menurutku bukan diukur dengan kesenangan, tapi diukur dengan toleransi dan kebaikan. Ah maa syaa Allaah.. Uhibbukunna fillah (aku mencintai kalian karena Allaah)

Aku menemukan kalian diantara mereka yang menyapaku
Terikatlah tali pertemanan antara kita
Berkembanglah harapan-harapan bagi ia yang menyadarinya
Dan yang terbesar dari asa itu adalah bersatu di jannah-Nya
Namun siapalah aku?
Aku hanya hamba lemah dan kadang tergoda nafsu
Maka jika aku tak mampu mengajakmu ke jannah-Nya
Aku akan berusaha untuk tidak menyeretmu ke neraka-Nya
Dan jika engkau tidak menemukanku di sana
Mintalah pada-Nya agar aku dikumpulan denganmu, di sana.. Jannah-Nya

Teruntuk kalian.. Uhibbukunna fillaah.. Baarakallahu fiikunna. Dariku, manusia yang penuh cela.

“Janganlah menyia-nyiakan orang yang engkau ketahui baik prilakunya, terpuji akhlaknya, banyak keutamaannya, dan cerdas akalnya, hanya karena satu kekurangan diantara sekian banyak kelebihannya. Sesungguhnya sepanjang hidupmu tidak akan pernah menemukan manusia sempurna tanpa cela atau tak pernah melakukan dosa.“(Al-Imam Al Mawardi dalam Adaab Uddunya wa Addiin, hal 175)

10 Oktober 2014

Bergerak | Tuhan Tahu Kita Mampu

Jumat, Oktober 10, 2014 Posted by n.hadiyati , , , No comments
bergerak /ber·ge·rak/ v 1 berpindah dr tempat atau kedudukan (tidak diam saja): pasukan telah ~; 2 (mulai) melakukan suatu usaha; mengadakan aksi; berusaha giat (dl lapangan politik, sosial): mereka ~ untuk memperbaiki nasib;

Bergerak atau tergantikan
-Pertama kali kudengar dari Mas Tahegga di diklat FKPH

Siapa sangka menghantarkan pada cerita-cerita bergerak yang mengisi blog ini, semoga aku termasuk orang yang bergerak bukan tergantikan atau bahkan aku bisa pantas menyebut diri ini bergerak. Dalam tiap langkah kaki ada pijakan baru, ada sensasi baru akankah sebuah lumpur, tanah kering, atau bahkan kerikil yang melukai. Allah memang maha yang menebar segala karunianya dari penjuru arah, karunia yang bernama pemahaman. Yak teruslah bergerak... terkadang yang dibutuhkan hanya kerja nyata karena tidak semua pihak peduli dengan keluh kesahmu atau terkadang hanya ada yang pura-pura peduli, karena waktu terlalu sempit untuk menjelaskan semuanya.



saat kau terpuruk dan terjatuh
pakai pundakku dan kita lawan terpuruk itu
karena TUHAN TAHU KITA MAMPU, KITA MAMPU
saat beban penuhi pundakmu
genggam bahuku dan kita bagi bebanmu itu
karena TUHAN TAHU KITA MAMPU, KITA MAMPU
Pernahkah dirimu merasa gelisah, begitu hebatnya beban yang harus engkau bawa, kurasa susah, semangat payah, lalu kau pasrah, hentikan langkah, hingga akhirnya kau mengalah | di saat itu kau harus tahu, bahwa Tuhan sebenarnya memberi ujian padamu, ujian untuk mengukur kadar keimananmu, ujian untuk mengangkat meninggikan levelmu | karena tak ada ujian yang tak bisa dilalui, karena Tuhan telah mengukur diri ini, lebih baik hadapi segala beban diri, hadapi dengan ikhlas di hati | engkau tak sendirian menghadapi cobaan, saudara seiman pasti kan ulurkan tangan, kita hadapi semua dengan hati terbuka, yakin ini hanyalah ujian semata
saat kau terpuruk dan terjatuh
pakai pundakku dan kita lawan terpuruk itu
karena TUHAN TAHU KITA MAMPU, KITA MAMPU
saat beban penuhi pundakmu
genggam bahuku dan kita bagi bebanmu itu
karena TUHAN TAHU KITA MAMPU, KITA MAMPU
Bertubi-tubi cobaan pun silih berganti, seakan-akan tak habis-habis dan tak berhenti , kita rasakan semakin lemah setiap hari, bahkan muncul keinginan tuk coba bunuh diri | tapi sejenak cermatilah kehidupan ini, betapa luasnya karunia dari Ilahi, meski kadang di tengah, kadang di sisi, kadang di atas, kadang dibawah , kadang tak dimengerti | sadarlah kawan, di sepanjang perjalanan, sungguh hidup ini terus memberi pelajaran, karena bagaimanapun selalu ada Tuhan, yang memberikan kekuatan | satu persatu, seiring berjalannya waktu, kita akan tahu sebenarnya yang Tuhan Mau, Tuhan ingin kita jadi manusia yang TANGGUH, Tuhan ingin agar kita tak mudah tuk mengeluh
saat kau terpuruk dan terjatuh
pakai pundakku dan kita lawan terpuruk itu
karena TUHAN TAHU KITA MAMPU, KITA MAMPU
saat beban penuhi pundakmu
genggam bahuku dan kita bagi bebanmu itu
karena TUHAN TAHU KITA MAMPU, KITA MAMPU
Aku di sini sedia menemani, siap bantu jika beban itu mau kau bagi, jangan pikirkan pamrih, hilangkan semua perih, jangan lagi terpuruk dan tenggelam dalam sedih | genggam erat pundakku, cengkram erat bahuku, biar segera terbagi semua beban itu, bersama kita maju dan melangkah tanpa ragu, hapus semua pilu agar kita terus melaju | Tuhan tak pernah tidur, apalagi mendengkur, semua ini jelas-jelas telah Tuhan ukur, mungkin dengan begini kita kan tahu bersyukur, mungkin dengan ini kita takkan pernah takabur | TUHAN ADA DI SINI, DI DALAM JIWA INI, Ebiet G Ade pernah melantunkan syair ini, ayo bangkit berdiri kalau perlu kita lari, tetap semangat tuk hadapi semua ini

P.S : 
Tulisan disadur dari obrolan singkat, tidak padat, dan tidak jelas. Lagu dari Mbak Echi ditag d FB, Trimakasih inspirasi

09 Oktober 2014

Maroon 5 - Maps

Kamis, Oktober 09, 2014 Posted by n.hadiyati , , No comments


I miss the taste of a sweeter life, I miss the conversation, I’m searching for a song tonight, I’m changing all of the stations | I like to think that we had it all, We drew a map to a better place, But on that road I took a fall, Oh baby why did you run away? | I was there for you, In your darkest times, I was there for you, In your darkest nights | But I wonder where were you?, When I was at my worst .. Down on my knees, And you said you had my back, So I wonder where were you?, When all the roads you took came back to me | So I’m following the map that leads to you, The map that leads to you, Ain't nothing I can do, The map that leads to you, Following, following, following to you, The map that leads to you, Ain't nothing I can do, The map that leads to you, Following, following, following | I hear your voice in my sleep at night, Hard to resist temptation, 'Cause something strange has come over me, And now I can’t get over you, No, I just can’t get over you

Jatuh

Kamis, Oktober 09, 2014 Posted by n.hadiyati , No comments
jatuh /ja·tuh/ v 1 (terlepas dan) turun atau meluncur ke bawah dng cepat karena gravitasi bumi (baik ketika masih dl gerakan turun maupun sesudah sampai ke tanah dsb): tabung kaca itu -- dan hancur2 turun banyak (harga, nilai, dsb); merosot: harga mobil di pasar bebas --; 3 sampai ke ...; tiba di ...; kena pd ...; tembus ke ...; ditujukan ke: jalan kecil ini -- ke Kampung Ambon; teranglah sindiran itu kpd saya -- nya4 bertepatan dng; berbetulan dng; tepat pd: perayaan triwindu -- pd hari Selasa, tanggal 15 bulan Maret5 berhenti memegang kekuasaan (tt pemerintah, kabinet, dsb): 6 bangkrut (tt toko, kongsi, dsb); 7 kalah atau dirampas musuh (kota, benteng, dsb); 8 tidak lulus (dl ujian); gagal (dl usaha); sangat menderita (rugi, sengsara, dsb); 9 tidak tahan lagi (oleh godaan, penderitaan, cobaan, dsb); 10 menjadi (sakit, miskin, cinta, dsb): -- miskin;busuk kerbau, -- berdebuk, pb perbuatan yg kurang baik lambat laun akan ketahuan orang lain juga;

Jatuhlah kemanapun yang kamu suka, asal kamu jatuh tidak ditempat yang sama karena itu namanya bodoh. Jatuh itu menyenangkan, loh kok gitu? iyalaah siapa yang gak senang kalau jatuh cinta tapi hahaha, Jatuhlah tapi jumlah bangkitmu harus lebih banyak dari jumlah jatuhmu. Maka jatuhlah agar kamu tau rasanya terprosok agar kamu tau sinar cahaya dari bawah, meihat perspektif lain. Jatuhlah agar kamu paham sakit agar kamu bisa menyembuhkan. Jatuhlah agar kamu tau tangan siapa yang siap terulur dari atas. Silakan jatuh tapi jangan lupa bangkit :)

Daun yang jatuh tak pernah membenci angin, dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja. Tak melawan, mengikhlaskan semuanya.
Bahwa hidup harus menerima, penerimaan yang indah. Bahwa hidup harus mengerti, pengertian yang benar. Bahwa hidup harus memahami, pemahaman yang tulus.
Tak peduli lewat apa penerimaan, pengertian, pemahaman itu datang. Tak masalah meski lewat kejadian yang sedih dan menyakitkan. Biarkan dia jatuh sebagaimana mestinya. Biarkan angin merengkuhnya, membawa pergi entah kemana. - Tere Liye

08 Oktober 2014

Tumblr oh Tumblr

Rabu, Oktober 08, 2014 Posted by n.hadiyati No comments
Baru - baru ini meutuskan untuk menghapus tumblr karena isinya yang terlalu absurd dari mulai kisah didalamnya hingga following, sejujurnya ada berapa hal yang tidak ingin kulihat lagi ditumblr :D, terus sekarang kenapa dengan tumblr??? pengen mbalik hahaha soalnya beberapa hari ini lebih mudah menemukan quote singkat dan user tumblr bertambah, ah tak mengapalah aku sayang blog. jadi tantangan sendiri ini buat nulis banyak-banyak.

yang jelas mau tumblr, blog, wordpress, twitter, plurk, dll. jangan berhenti berkespresi yak :)

dalam kenangan pointofauthority.tumblr.com

07 Oktober 2014

Sakit Part 2

Selasa, Oktober 07, 2014 Posted by n.hadiyati No comments
Sakit itu pencabut nikmat.
Kalau quotenya berhenti disitu maka hidup akan terkesan sangat tidak adil. Sakit adalah moment pengosongan nikmat dalam diri kemudian akan diisi dengan nikmat yang lebih baru. Kalau ngisi bensin aja selalu ada kata-kata "mulai dari 0 yak" demikianlah proses nikmat mengalir dalam hidup, sakit adalah start untuk memulai hal baru. Sakit hanya sebuah koma dalam kalimat kehidupan ini, agar lebih mudah dan lebih indah kita membacanya.

Sekarang dalam masa rawat jalan karena Tipes dan Aritmia (damn Arit kenapa menjengukku lagi hehe) aku diet sehat hahaha akhirnya diet, nah mulailah rutinitasku berubah total setelah semalam mengirimkan sms pada Wisnu selaku ketua ISC dan Mbak Gita selaku PU ManifesT hehe alhamdulillah di FKPH lagi pada sibuk clfest jadi gak begitu signifikanlah. Kegiatan organir mengorganisasi ini diuji coba untuk vakum dulu semoga otaknya malah gak sibuk dengan hal lain yang kurang bergunan.

Bangun pagi >> minum antasida >> sarapan dengan kukusan roti *ini resep dari emir >> minum obat >> kuliah >> pulang kuliah >> beresin kerjaan rumah kalau gak nyapu, nyuci piring, nyuci baju, nyuci diri hahaha >> antasida + sari kurma + vermint >> Makan siang >> minum madu >> tiduran >> yakult >> main laptop >> bearbrand >> antasida >> makan malam >> minum obat >> tidur >> nunggu waktu ahahha ini keterangan stiap kali mungkin :D. FYI sekarang makannya cuman boleh bubur tok semoga saja benar-benar diet sehat, jadi mulai coba masak bubur sendiri atau resikonya yah beli dibubur kayungyun setiap waktu makan.

Merindukan aktivitas, merindukan yang krenyes-krenyes
Harap maklum penulis suka melankolis apalagi sedang sakit, sedang recharge nikmat

Definisi

Selasa, Oktober 07, 2014 Posted by n.hadiyati , 1 comment
de·fi·ni·si /définisi/ n 1 kata, frasa, atau kalimat yg mengungkapkan makna, keterangan, atau ciri utama dr orang, benda, proses, atau aktivitas; batasan (arti); 2 rumusan tt ruang lingkup dan ciri-ciri suatu konsep yg menjadi pokok pembicaraan atau studi;

Hati-hati bermain dengan definisi, dari definisilah berangkat sebuah pemahaman, melaju sebuah tindakan :)


Contoh kasus :
Sebuah balasan "oke" dipesan singkat bisa memiliki artibanyak. Bisa berarti dia sedang tergesa-gesa, bisa berarti dia sedang tidak baik moodnya, bisa berarti dia sedang kesal dengan mood, bisa berarti sepatah kata cukup untukmu dan kamu memahami maknanya. WOW silakan definiskan sendiri. tapi dalam kasus seperti ini lebih baik memilih husnudzon atau berbaik sangka saja karena semua tergantung kamu, karena terkadang hal yang dimulai dari kenegatifan adalah masalah.

Sebuah perhatian, didengarkan, dipertanyakan kabarnya, ada saat dibutuhkan. Bisa berarti dia suka padamu ingin membuatmu merasa spesial, bisa berarti dia ada maksud yang butuh pertolonganmu , bisa berarti dia menganggapmu sahabat atau saudara, bisa berarti memang karakteristiknya yang begitu. WOW tolong artikanlah sesuai definis masing-masing. tapi dalam kasus ini sepertinya lebih baik berpikir panjang terlebih dulu bukan asal main DORR dia suka padaku :D, mungkin salah pendefinisian ini yang pada akhirnya muncul kasus "dia perhatian, aku berharap"

"Kalau ada apa-apa kabarin aja, nanti tak bantu" maka definisi umum dari kalimat ini yang paling cepat terpikirkan adalah dia pasti membantu, eits nanti dulu masih ada definisi lain yang bisa jadi dia hanya menawarkan bantuan atau bisa jadi ini hanya sekadar basa-basi belaka. silakan pilih atau pasti banyak spekulasi dalam otak masing-masing. tapi dalam kasus ini jadikan kata "kalau ada apa-apa kabarin aja, nanti tak bantu" sebagai kartu kunci yang digunakan the last minutes, tetaplah berusaha menjadi sosok mandiri, menjaga diri sendiri

Tiga kasus cukup, berhati-hatilah dalam mendefinisikan atau jangan jadi faktor yang bikin salah definisi hehe :)

Pecinta Sejati

Selasa, Oktober 07, 2014 Posted by n.hadiyati , , , No comments
Beberapa hari yang lalu mengisi waktu yang sangat luang dan sedikit menyebalkan ini aku memilih meneruskan kegiatan membaca dan buku yang terpilih adalah buku ringan "Seribu Wajah Ayah" karya kak Azhar Nurun Ala  yang menghantarkan pada beberapa quote menarik, kali ini tentang pencinta sejati :

Syarat untuk menjadi pecinta sejati: kemantapan hati dan kemampuan. Tak ada cinta sejati tanpa kemantapan hati dan kemampuan. Mereka yang berkata 'Aku mencintaimu' dengan hati yang mantap tapi tanpa kapasitas yang mumpuni untuk menjaga, merawat, dan menumbuhkan, hanyalah para perayu -kalau bukan pembual. Mereka yang memiliki kemampuan tapi tak mantap hatinya adalah peragu. Pembual dan peragu rasa-rasanya keduanya tidak pantas masuk dalam kategori pecinta sejati. Lebih dari itu sepertinya mereka tak layak disebut pecinta

Sudah menemukan cinta sejati? aku sudah :) padaNya illahi Rabbi *berusaha setia hingga akhir hayat :), yang menitipkan cinta sejati milikNya pada malaikat-malaikat dilangit serta dibumi yang aku panggil dengan sebutan Bapak, Mama, Kakak, yang bertalian darah atau yang disatukan hatinya dalam ukhuwah, dan kelak bertemu pada dia yang telah dituliskan dilauh mahfuz untuk menyempurnakan makna cinta sejati dimuka bumi...

Terima kasih cinta sejati, semesta tak hanya berwarna tapi juga berarti

06 Oktober 2014

Retell : Perbuatan Luar Biasa, Kisah Tauladan

Senin, Oktober 06, 2014 Posted by n.hadiyati , , No comments
Aku mendapatkan kisah ini ketika taujih section di liqo, dan sudah banyak mungkin kita baca di Internet atau media manapun, ingin ku ceritakan lagi agak dia hinggap dihati. tentang makna bakti dan tulus terbungkus ikhlas, tentang birrulwalidain yang indah. ini kisah tentang Zhang Da, China. 

Seorang anak di China pada 27 Januari 2006 mendapat penghargaan tinggi dari pemerintahnya karena dinyatakan telah melakukan “Perbuatan Luar Biasa”. Diantara 9 orang peraih penghargaan itu, ia merupakan satu-satunya anak kecil yang terpilih dari 1,4 milyar penduduk China. Yang membuatnya dianggap luar biasa ternyata adalah perhatian dan pengabdian pada ayahnya, senantiasa kerja keras dan pantang menyerah, serta perilaku dan ucapannya yang menimbulkan rasa simpati.



KISAH NYATA : Hidup Bocah Polos Zhang Ta Menginspirasi Banyak Orang

05 Oktober 2014

Yakin

Minggu, Oktober 05, 2014 Posted by n.hadiyati , , , No comments
yakin /ya·kin/ a 1 percaya (tahu, mengerti) sungguh-sungguh; (merasa) pasti (tentu, tidak salah lagi).

Krena 1 keyakinan mengalahkan 99 kepentingan
-J.S Mills.

Berkata Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah menerangkan makna yakin: “Yakin dalam iman seperti kedudukan ruh dalam jasad, yang dengannya orang-orang yang ‘arif saling berunggul-unggulan, orang-orang berlomba-lomba padanya, orang-orang yang beramal berjalan kepadanya, dan suatu kaum beramal agar berada di atasnya, serta isyarat mereka seluruhnya kepadanya, dan apabila sabar bergandengan dengan yakin maka keduanya itu akan melahirkan kepemimpinan dalam agama.

وَفِي الأَرْضِ ءَايَاتٌ لِلْمُوقِنِينَ


Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin.” (Adz-Dzaariyaat:20)

Yakin adalah ruhnya amalan-amalan hati yang (amalan-amalan hati tersebut) merupakan ruhnya amalan-amalan anggota badan, dan merupakan hakikatnya kejujuran/kebenaran serta pusatnya perkara ini.” (Madaarijus Saalikiin 2/397). Ada tiga tingkatan dalam yakin: ‘ilmul yaqiin, haqqul yaqiin, dan ‘ainul yaqiin. Adapun tingkatan pertama seperti pengetahuanmu bahwasanya di lembah ini terdapat air, sedangkan tingkatan kedua adalah kalau kamu sudah melihatnya dan tingkatan ketiga adalah kalau kamu sudah meminumnya.

Sekali lagi begitulah manusia : tak selalu yang kita yakini, berani kita jalani | Berani atau tidak tentu saja semata-mata itu pilihan - Azhar Nurun Ala

Yah itulah aku manusia, dalam hal keyakinan yang tidak berani :|, aku yakin berdekatan dengan yang bukan mahram itu dosa tapi rasanya untuk menjaga jarak sungguh sulit sekali, aku yakin sebenarnya komptensiku cukup baik tapi rasanya nilai-nilai ditranskripku bicara lain, aku yakin shalat adalah tiang agama tapi kadang kelu lidah mengajak rekan shalat, aku yakin aku baik-baik saja tapi terkadang tak jarang ada dokter apointment, aku yakin dikelilingin orang yang menyayangi tapi kerap kali aku merasa sendiri, bnyaklah keyakinan dalam diri yang tak berani untuk dilakukan bahkan untuk tetap dipertahankan sebagai keyakinan, bahkan tak jarang aku menghancurkan keyakinan orang-orang sekitarku. itulah aku atau mungkin aku tidak yakin atau aku tidak berani hhe memusingkan

Tapi aku yakin Allah itu maha pengasih dan maha penyayang, maka aku berani terus berdoa padanya... sekadar mohon ampun atau meminta

Paket Kombo : DBD + Tipes

Minggu, Oktober 05, 2014 Posted by n.hadiyati 1 comment

PAIN DEMAND (NOT) TO BE FEEL
-Gubahan quote The Fault in Our Stars by Dhana.

Dokumentasi perawatan di RSSA.
Demam yang tidak kunjung membaik saat di Purwokerto membuatku pada hari senin mengunjungi poli UB menyambung silaturahim yang telah lama hilang ahahaha :D langsunglah diajukan test lab hingga besoknya aku mengambil test lab disuruh konsul karena ada yang positif dibagian tipes tapi pada akhirnya diputuskan untuk rawat jalan, alhamdulillah akhirnya seminggu lebihlah bersahabat dengan novapharin dan paracetamol serta vitamin.

FYI : Jika melakukan widal test, memang sebagian besar orang Indonesia bakal positif tipes karena merupakan daerah endemis salmonella typhi. Cukupbanyak pada akhirnya yang menunjukkan test widal tidak valid untuk jadi pedoman diagnosis, harusnya mengunakan antibodi igG dan Igm, tetapi karena widal test lebih murah dari pemeriksaan yang disebutkan makanya banyak yang masih memakai - Mbak Aulia , dokter baik hati yang selalu mau konsul meski via WA, nanganin dari awal aritmia :')

Santapan Idul Adha saat menulis pagi ini

02 Oktober 2014

Ini malah sudut pandang

Kamis, Oktober 02, 2014 Posted by n.hadiyati , , , , No comments
"luas samudra jalinan aral" seluas itulah mungkin bumi kita sehingga seluas itu juga kita bisa menebar pandangan ditiap sudutnya untuk mengambil pesan dan mengurai makna. Sudut pandang yang kita ambil adalah pilihan kita ...

(me)sendiri(an)


Dari kombinasi frasa diatas bahkan kamu bisa merajut 3 makna dengan 3 sudut pandang yang berbeda (penulisan dibantu oleh KBBI) :
  • Sendiri /sen·di·ri/ adv seorang diri; tidak dng orang lain: Keadaan sendiri bukan pilihan namun untuk merubah sendiri menjadi ramai itu bisa jadi pilihan dengan berjalan meninggalkan sendiri itu :)
  • Me + Sendiri = Menyendiri /me·nyen·di·ri/ v mengasingkan diri; memencil: Sebenarnya diluar sana ada banyak orang yang bersedia berdampingan bersamamu, tapi kamu memilih untuk sendiri entah untuk menghindar atau untuk kebaikanmu sendiri
  • Sendiri + an = Sendirian /sen·di·ri·an/ pron seorang diri; sendiri: orang yang melihat kamu tanpa teman ya akan menyebutmu dengan istilah sendirian

Berhati-hatilah ...
Dalam Surat Yunus (10) ayat 36. Allah SWT berfirman, "Prasangka itu tidak mendatangkan kebenaran apapun" Firman serupa ditegaskan kembali dalam Surat An Najm (53) ayat 28. Kemudian dalam surat Alhujurat (49): 12, Allah SWT juga berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, jauhilah memperbanyak prasangka, karena sebagian prasangka itu dosa".

Rasulullah saw bersabda: "Seandainya saja manusia mengetahui apa yang aku ketahui tentang bahaya kesendirian, niscaya tak ada seorang pun yang mau bepergian pada malam hari seorang diri." (HR Bukhari)

Sakit

Kamis, Oktober 02, 2014 Posted by n.hadiyati No comments
Yang terburuk dari sakit adalah tidak dapat mengerjakan apapun yang kita inginkan yang kita rencanakan, merasa dekat sekali dengan akhir yang belum kita persiapkan dengan baik, namun yang terbaik tentang sakit adalah kamu tahu siapa orang yang benar-benar peduli pada kondisi mu :')

Ditulis kala tipes *sepertinya belum pergi, mulai melanda dimalam hari. membuat nasi goreng hanya terhabiskan setengah porsi, tugas kuliah belum kelar, amanah belum diselesaikan, bahkan shalat belum ditunaikan dan badan pegal-pegal

Genre Music

Kamis, Oktober 02, 2014 Posted by n.hadiyati , , , , No comments
Caption : Screenshot music dilaptop
Pengen nulis tentang musik, jika mengacu beberapa paham ada yang mengatakan musik dilarang oleh Islam karena merupakan hal yang kesia-siaan, namun nampaknya aku masih belum bisa melepaskan diri dari musik karena aku merasa musik membuat dunia terasa lebih menarik, pengiring yang harmoni... maka jika dosa semoga Allah mengampuni aku dalam berproses :). Musik seiring perkembangan dari MTV Ampuh sampai sekarang ada Dasyhat, Inbox, dkk dan yang dulu kalau pulang mantenginnya breakout dan musiceverywhere di net, disuguhkan dengan berbagai bentuk dan kemasan *emang makanan dan dikenal dengan istilah genre.
Genre musik adalah pengelompokan musik sesuai dengan kemiripannya satu sama lain. Musik juga dapat dikelompokan sesuai dengan kriteria lain, misalnya geografi. Sebuah genre dapat didefinisikan oleh teknik musik, gaya, konteks, dan tema musik. - Wikipedia
Niatnya sih pengen share genre music tapi sumpah diinternet akeh (red-banyak) loh penjelasan, tapi gpp deh biar ramai tak copas aja ya sebelum masuk kecerita akunya hahaa. genre music itu ada Musik seni (art Music)- Musik klasik, Musik populer : Jazz, Gospel, Blues, Rhythm and blues, Funk, Rock, Metal, hardcore, Electronic, Ska, Reggae, Dub, Hip hop / Rap / Rapcore, Pop, dan aliran Musik tradisional : Latin, Country, Dangdut. Penjelasannya mana? baca sendiri ya hahaha karena sejujurnya saya buta akan genre loh :D

Reblog : Harapan - Kurniawan Gunadi

Kamis, Oktober 02, 2014 Posted by n.hadiyati , , No comments
Sewaktu aku melangkah, aku teringat banyak hal. Aku tidak pernah meminta sejauh dan sebaik ini. Aku sudah cukup malu untuk meminta lebih sementara Tuhan sudah begitu baik dengan memberiku kesempatan. Nyatanya, Dia memberi lebih.

Kini harapan itu berada di langit-langit, sementara semakin tinggi harapan, semakin disadari bahwa tempat bergantungku tiada lain hanya Tuhan.

Kini doaku diliputi kecemasan, tentang jawaban atas harapan yang Dia tunjukkan. Tentang kesempatan besar yang Dia berikan.

Apakah ini hanya sebagai pembelajaran atau akan benar-benar menjadi ujian, aku tidak tahu. Sejauh langkahku tak terhenti, aku paham bahwa semua ini berada dalam rencana Tuhan. Segala sesuatunya diluar dugaan, segala sesuatunya benar-benar hanya bisa dipahami dengan keimanan dan ketaqwaan. Bukan lagi perasaan.

01 Oktober 2014

Resensi >> Dilan: Dia Adalah Dilanku tahun 1990

Rabu, Oktober 01, 2014 Posted by n.hadiyati , , , No comments
Saya bingung harus menulis resensi buku Dilan ini seperti apa, jadinya saya colong saja ya dari punya Cahyoga Agung atau @Cahyoga yang ditulis diwebblog http://inkubuku.wordpress.com/ | dariku buku ini bukan buku biasa :D sensasi mengelitiknya hatinya ituloh subhanallah, Ayah Pidi mau dicarikan yang kayak dilan hehe...

Idenditas Buku :
Dilan: Dia Adalah Dilanku tahun 1990 | No. ISBN 9786027870413 | Penulis Pidi Baiq | Penerbit Mizan | Tanggal terbit April - 2014 | Jumlah Halaman 332


Buku ini ditulis oleh seorang Pidibaiq. Beliau adalah Imam Besar The Panasdalam sekaligus penulis serial Drunken yang terkenal. Meskipun karyanya cenderung lucu, namun tetap kaya makna. Begitu pula dengan “Dilan”.

Dilan adalah karakter pelajar SMA yang sekaligus adalah seorang anggota geng motor. Sosok Dilan pertama kali diperkenalkan Pidibaiq dalam blognya. Karakternya yang berbeda dari laki-laki keren pada umumnya, justru menjadi poin “keren” yang dimilikinya.

Buku ini bercerita tentang romantisme pelajar SMA di Kota Bandung tahun 1990. Ceritanya yang ringan membuat buku ini menyenangkan untuk di baca. Cukup sehari untuk menyelesaikannya.

Cocok digunakan sebagai panduan untuk memikat hati calon pasanganmu. Saya suka, mungkin kamu juga.

Reblog : Digital Pareng - Kuntawiaji

Rabu, Oktober 01, 2014 Posted by n.hadiyati , , , , No comments
Beberapa dokter atau perawat sering mengajak anak-anaknya main ke rumah sakit tempat saya bekerja. Usia anak-anak tersebut rata-rata sekitar 4-8 tahun. Ada satu persamaan di antara anak-anak tersebut, mereka sama-sama tech savvy. Kepandaian mereka mengoperasikan smartphone dan tablet hampir sebanding dengan para early adopter internet, generasi Millenia, seperti saya. Kehidupan saat ini memang telah jauh berubah dibandingkan 1-2 dekade yang lalu. Teknologi kini (dan akan datang) memberikan peranan yang nyata bagi kehidupan manusia di segala tingkatan, dari dewasa hingga anak-anak. Tahun-tahun ini hingga sepuluh tahun mendatang adalah masa-masa di mana para generasi Millenia akan menghasilkan keturunan, yaitu generasi baru yang bisa jadi lebih gila gadget dibandingkan orang tuanya. Hal ini memberikan tantangan tersendiri bagi parenting di era digital untuk generasi Millenia.

Data yang ada sekarang menunjukkan bahwa penggunaan internet oleh anak sudah begitu luas. Persentase pengguna internet oleh anak usia 5-7 tahun sebesar 82%, usia 8-11 tahun sebesar 96%, dan usia 12-15 tahun sebesar 99%. Terlihat bahwa semakin meningkatnya usia, semakin besar paparan internet pada anak. Jika dilihat berdasarkan waktu online per minggu, anak usia 3-7 tahun menghabiskan waktu rata-rata 6,5 jam, anak usia 8-11 tahun selama 9,2 jam, dan anak usia 12-15 tahun selama 17 jam. Besarnya dominasi internet dalam hidup anak tidak terlepas dari peranan gadget yang menyokong mereka. Pemilik gadget (smartphone ataupun tablet) pada anak usia 3-4 tahun ada sebanyak 41%, usia 5-7 tahun sebanyak 63%, dan usia 12-15 sebanyak 95%. Beberapa hal yang dilakukan oleh anak dengan smartphone dan tablet mereka antara lain bermain games (63%), menggunakan aplikasi (50%), menonton video (47%), menonton TV/film (38%), dan membaca buku (30%). Kehidupan yang ramah akan smartphone dan tablet ini membawa perubahan bagi perilaku konsumsi gadget anak, yaitu daily screen time (tahun 2013 dibandingkan dengan tahun 2011) untuk televisi menurun sebanyak 12 kali, CD menurun 9 kali, komputer/PC menurun 4 kali, sedangkan smartphone/tablet meningkat 10 kali.

Tantangan baru dalam membesarkan anak dari sekian komplek teori parenting yang bahkan baru sempat dibicarakan belum sempat dipelajari, bismillah semoga nanti kelak dalam jaman apapun dapat menjadi sebaik-baiknya madrasah yang meluluskan anak-anak shaleh dan shalehah

Catatan Perjuangan

Rabu, Oktober 01, 2014 Posted by n.hadiyati , , , 1 comment
"Saya akan mengatakan kepada seluruh aktivis muslim, jangan pernah mereka merasa sempurna. Karena stiap kali orang merasa sempurna, saat itu ia berhenti bertumbuh. Dia berhenti berkembabng..” ~Ust. H.M Anis Matta,

Naya tak bisa diam, tangannya mencoret-coret segambleng strategi yang ingin dilaksanakan. Naya bergegas menuju agenda yang bukan hanya ada satu dalam aplikasi reminder di HPnya, sesungguhnya Naya sudah belajar tentang mana prioritas namun tetap saja dia mengusahakan untuk hadir tapi terkadang dia tidak bisa hadir karena acara lain. Forumpun dimulai dan Naya sudah tidak sabar untuk berkomentar apapun seperti sekedar menyampaikan pendapat atau kritik. Naya merasa puas sudah memberikan kontribusi dan Naya merasa berhak mendapatkan balasan, Naya sibuk mengatur agenda lain serta waktu diskusi lain sembari tersenyum menatap CV yang sudah seabrek pengalaman itu, Naya ingin membukti pada seorang senior bahwa dia bisa.

*** Yang Sebenarnya Terjadi ***

Naya bukan konseptor maupun mesin yang handal, tapi dia hanya terlihat seperti itu. Naya terlambat panas, terlambat memaknai makna kehadiran dan terlambat memaknai prioritas. Naya seringkali lupa bahwa diam adalah emas maka tak jarang Naya justru malah menyakiti teman seperjuangan padahal seharusnya sebelum bicara Naya harus mempertimbangan mudhrat dan manfaatnya, maka tersakitilah temannya dengan semacam hal yang sebenarnya pernah Naya alami "selama ini tidak ada tiba-tiba saja baru memberikan bantuan atau merombak konsep". Balasan? Naya lupa kalau perjuangan ini tidak ada balasan kecuali pemahaman makna lillah, Naya lupa kalau amanah takkan salah memilih pundak dan masing-masing punya porsinya. Naya bukan siapa-siapa melainkan duri dalam daging perjuangan yang telah dirintis rapi oleh tetua bahkan tetua yang tidak sukai itu selalu mengawasinya meski bukan dengan cara yang Naya suka.

*** Diseberang Sana ***

Selalu ada yang mendoakan Naya untuk selalu bergerak, berproses, menuju arah perbaikan... dan Naya paham itu, dan Naya senang meski terkadang diseberang sana dalam ruang segiempat dia sering merasa bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa yang pantas meniti perjuangan ini :')

Allah SWT akan senantiasa menguji antum pada titik terlemah antum. Orang yang lemah dalam masalah uang, namun kuat dalam masalah jabatan dan wanita, tidak di uji dengan wanita dan jabatan. Orang yang sennatiasa mudah tersinggung dan pemarah, maka akan di uji oleh Allah dengan dipertemukan dengan orang-orang yang senantiasa membuatnya tersinggung dan marah. Sampai ia berhasil memperbaiki kelemahannya itu dan tidak lagi mudah tersinggung dan marah. Sampai ia berhasil memperbaiki kelemahannya itu dan tidak lagi mudah tersinggung dan marah. Seorang yang senantiasa berlambat-lambat dalam dakwah karenaalasan “istri, mertua, tamu” akan senantiasa dihadapkan dengan alasan-alasan itu, “mertua datang, tamu datang silih berganti, yang akan terus menundanya untuk bersegera menghadiri liqoat dakwah, sampai ia bisa mengutamakan agenda dakwah.”
(KH. Rahmat Abdullah, Episode cinta Sang Murrobi)

Suatu hari nanti saat semua telah menjadi masa lalu, aku ingin berada di antara mereka, yang bercerita tentang perjuangan yang indah, dimana kita, sang pejuang itu sendiri. Tak pernah kehabisan energi tuk terus bergerak, meski terkadang godaan tuk berhenti atau bahkan berpaling arah begitu menggiurkan. ingin pantas menyebut diri ini pejuang dan langkah ini perjuangan. Keep istiqomah!

P.S : Tulisan catatan ini tentang perjuangan, tapi apakah sebenarnya Naya ikut dalam perjuangan? apakah penulis paham makna perjuangan... ah ntahlah perlu banyak belajar lagi

aku, dia --"

Rabu, Oktober 01, 2014 Posted by n.hadiyati , , , No comments
Aku bukan tak nyaman kau sebut namanya, hanya takut jantungku tak lagi ditempatnya.
Aku bukan tak suka kau pasangkan aku dengan dia, hanya saja aku takut anganku melambung membentur langit menguncang arsy hingga Tuhan marah..
Aku bukan pendiam, hanya tak ingin bercerita yang tak seharusnya aku ceritakan.

Maka aku ini hanya berkata : tunggu saja waktu yang berbicara, nama siapa bersanding dengan nama siapa dalam undangan pink itu :D
Maka inilah aku disebrang jalan bukan disamping dia, tapi smoga bertemu diujung sana :D