My Life My Adventure and My Story

16 Oktober 2014

Mari Kita Analogika Hidup dan Bioskop

Kamis, Oktober 16, 2014 Posted by n.hadiyati , , No comments

Mari kita analogikan dunia dengan bioskop, berbondong-bondong orang didalamnya aneka rasa aneka rupa demikianlah jumlah manusia didunia terlahirkan. Tujuannya kebioskop pasti buat menonton tapi tiap masih kepala pasti punya tujuan sendiri, ada yang ingin dihibur, ada yang menghabiskan waktu, ada yang cari tempat aman berdua dengan sidia demikianlah hidup walau tujuan pasti adalah menyembah padaNya ada juga yang mencari harta, mencari tahta, mencari bahagia, dll.

Penonton menempati kursi yang disediakan yang telah ditentukan nomornya tercetak dikarcis, demikian manusia dan takdirnya yang telah ditentukan di lauh mahfuz. tapi bukankah ada takdir yang dapat diubah ? demikian juga sebelum pembelian tiket karcis kita dapat memilih nomor urut kursi yang ingin kita tempati bukan? Allah berkata dalam surat as-syam ayat 8 dan 9 : maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya, beruntunglah yang menyucikannya, merugi yang mengotorinya.

Salah kursi bukan hal yang baru dalam acara nonton dibioskop, ada yang setelah mendapat pengarahan menempati kursi yang disediakan secara benar, namun ada yang terkalahkan oleh ego hingga akhirnya beradu argument, malu dan meninggalkan bioskop sambil mengerutu terkait layanan yang ia rasa tidak puas. Demikianlah hidup ada yang ketika melakukan salah mampu memaksa diri untuk kembali kejalan yang benar, ada yang suka berkubang dalam lumpur dosa, naudzubillah.

Menonton dibioskop ada yang bersama teman-teman ada yang memang memilih sendirian, bahkan ada yang terpisahkan dari teman karena kondisi kursi yang tersedia dan baru dapat bertemu setelah perfilman selesai sambil bercerita tentang film atau mengerutu karena terpisah. Demikianlah hidup, ada yang bertemu rekan-rekan bersatu dalam ikatan ukhuwah, ada yang diuji terpisahkan untuk berprose dan kembali bergabung dalam ikatan atau keluar, bahkan ada yang memang memilih untuk sendirian.

Mari kita analogikan dunia ini ibarat bioskop yang menayangkan film berganti-ganti dan memiliki akhir dan memaksa penonton untuk pulang kerumah masing-masing, ada yang terpuaskan dengan endingnya ada pula yang tidak. demikianlah hidup yang hanya sementara, penuh pertanggungjawaban, ada yang tersenyum disurga kelak atau terbakar dalam jahanam.

Mari kita analogikan hidup agar kita belajar

0 komentar:

Posting Komentar