My Life My Adventure and My Story

05 Oktober 2014

Yakin

Minggu, Oktober 05, 2014 Posted by n.hadiyati , , , No comments
yakin /ya·kin/ a 1 percaya (tahu, mengerti) sungguh-sungguh; (merasa) pasti (tentu, tidak salah lagi).

Krena 1 keyakinan mengalahkan 99 kepentingan
-J.S Mills.

Berkata Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah menerangkan makna yakin: “Yakin dalam iman seperti kedudukan ruh dalam jasad, yang dengannya orang-orang yang ‘arif saling berunggul-unggulan, orang-orang berlomba-lomba padanya, orang-orang yang beramal berjalan kepadanya, dan suatu kaum beramal agar berada di atasnya, serta isyarat mereka seluruhnya kepadanya, dan apabila sabar bergandengan dengan yakin maka keduanya itu akan melahirkan kepemimpinan dalam agama.

وَفِي الأَرْضِ ءَايَاتٌ لِلْمُوقِنِينَ


Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin.” (Adz-Dzaariyaat:20)

Yakin adalah ruhnya amalan-amalan hati yang (amalan-amalan hati tersebut) merupakan ruhnya amalan-amalan anggota badan, dan merupakan hakikatnya kejujuran/kebenaran serta pusatnya perkara ini.” (Madaarijus Saalikiin 2/397). Ada tiga tingkatan dalam yakin: ‘ilmul yaqiin, haqqul yaqiin, dan ‘ainul yaqiin. Adapun tingkatan pertama seperti pengetahuanmu bahwasanya di lembah ini terdapat air, sedangkan tingkatan kedua adalah kalau kamu sudah melihatnya dan tingkatan ketiga adalah kalau kamu sudah meminumnya.

Sekali lagi begitulah manusia : tak selalu yang kita yakini, berani kita jalani | Berani atau tidak tentu saja semata-mata itu pilihan - Azhar Nurun Ala

Yah itulah aku manusia, dalam hal keyakinan yang tidak berani :|, aku yakin berdekatan dengan yang bukan mahram itu dosa tapi rasanya untuk menjaga jarak sungguh sulit sekali, aku yakin sebenarnya komptensiku cukup baik tapi rasanya nilai-nilai ditranskripku bicara lain, aku yakin shalat adalah tiang agama tapi kadang kelu lidah mengajak rekan shalat, aku yakin aku baik-baik saja tapi terkadang tak jarang ada dokter apointment, aku yakin dikelilingin orang yang menyayangi tapi kerap kali aku merasa sendiri, bnyaklah keyakinan dalam diri yang tak berani untuk dilakukan bahkan untuk tetap dipertahankan sebagai keyakinan, bahkan tak jarang aku menghancurkan keyakinan orang-orang sekitarku. itulah aku atau mungkin aku tidak yakin atau aku tidak berani hhe memusingkan

Tapi aku yakin Allah itu maha pengasih dan maha penyayang, maka aku berani terus berdoa padanya... sekadar mohon ampun atau meminta

0 komentar:

Posting Komentar