My Life My Adventure and My Story

09 Oktober 2014

Jatuh

Kamis, Oktober 09, 2014 Posted by n.hadiyati , No comments
jatuh /ja·tuh/ v 1 (terlepas dan) turun atau meluncur ke bawah dng cepat karena gravitasi bumi (baik ketika masih dl gerakan turun maupun sesudah sampai ke tanah dsb): tabung kaca itu -- dan hancur2 turun banyak (harga, nilai, dsb); merosot: harga mobil di pasar bebas --; 3 sampai ke ...; tiba di ...; kena pd ...; tembus ke ...; ditujukan ke: jalan kecil ini -- ke Kampung Ambon; teranglah sindiran itu kpd saya -- nya4 bertepatan dng; berbetulan dng; tepat pd: perayaan triwindu -- pd hari Selasa, tanggal 15 bulan Maret5 berhenti memegang kekuasaan (tt pemerintah, kabinet, dsb): 6 bangkrut (tt toko, kongsi, dsb); 7 kalah atau dirampas musuh (kota, benteng, dsb); 8 tidak lulus (dl ujian); gagal (dl usaha); sangat menderita (rugi, sengsara, dsb); 9 tidak tahan lagi (oleh godaan, penderitaan, cobaan, dsb); 10 menjadi (sakit, miskin, cinta, dsb): -- miskin;busuk kerbau, -- berdebuk, pb perbuatan yg kurang baik lambat laun akan ketahuan orang lain juga;

Jatuhlah kemanapun yang kamu suka, asal kamu jatuh tidak ditempat yang sama karena itu namanya bodoh. Jatuh itu menyenangkan, loh kok gitu? iyalaah siapa yang gak senang kalau jatuh cinta tapi hahaha, Jatuhlah tapi jumlah bangkitmu harus lebih banyak dari jumlah jatuhmu. Maka jatuhlah agar kamu tau rasanya terprosok agar kamu tau sinar cahaya dari bawah, meihat perspektif lain. Jatuhlah agar kamu paham sakit agar kamu bisa menyembuhkan. Jatuhlah agar kamu tau tangan siapa yang siap terulur dari atas. Silakan jatuh tapi jangan lupa bangkit :)

Daun yang jatuh tak pernah membenci angin, dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja. Tak melawan, mengikhlaskan semuanya.
Bahwa hidup harus menerima, penerimaan yang indah. Bahwa hidup harus mengerti, pengertian yang benar. Bahwa hidup harus memahami, pemahaman yang tulus.
Tak peduli lewat apa penerimaan, pengertian, pemahaman itu datang. Tak masalah meski lewat kejadian yang sedih dan menyakitkan. Biarkan dia jatuh sebagaimana mestinya. Biarkan angin merengkuhnya, membawa pergi entah kemana. - Tere Liye

0 komentar:

Posting Komentar