My Life My Adventure and My Story

05 Oktober 2014

Paket Kombo : DBD + Tipes

Minggu, Oktober 05, 2014 Posted by n.hadiyati 1 comment

PAIN DEMAND (NOT) TO BE FEEL
-Gubahan quote The Fault in Our Stars by Dhana.

Dokumentasi perawatan di RSSA.
Demam yang tidak kunjung membaik saat di Purwokerto membuatku pada hari senin mengunjungi poli UB menyambung silaturahim yang telah lama hilang ahahaha :D langsunglah diajukan test lab hingga besoknya aku mengambil test lab disuruh konsul karena ada yang positif dibagian tipes tapi pada akhirnya diputuskan untuk rawat jalan, alhamdulillah akhirnya seminggu lebihlah bersahabat dengan novapharin dan paracetamol serta vitamin.

FYI : Jika melakukan widal test, memang sebagian besar orang Indonesia bakal positif tipes karena merupakan daerah endemis salmonella typhi. Cukupbanyak pada akhirnya yang menunjukkan test widal tidak valid untuk jadi pedoman diagnosis, harusnya mengunakan antibodi igG dan Igm, tetapi karena widal test lebih murah dari pemeriksaan yang disebutkan makanya banyak yang masih memakai - Mbak Aulia , dokter baik hati yang selalu mau konsul meski via WA, nanganin dari awal aritmia :')

Santapan Idul Adha saat menulis pagi ini
Ketika hari jumat tepatlah 3 minggu dari aku berangkat dari Purwokerto aku memutuskan meingggalkan tugas sebagai official debat di olimpiade brawijaya untuk mengecek keadaan kesebuah rumah sakit swasta yang bekerja sama dengan asuransi yang didaftarkan mamaku kemudia juga kmarin ada seniorku yang dirawat disana. Sendirian dan di test lab ulang hasilnya menurun hingga trombosit ikutan juga akhirnya harus dirawat inaplah aku, mulai menelpon Emir dan Mas Ganjar serta orang rumah untuk pemutusan. Setelah kondisi semakin gak fit dan aku mengiyakan barulah aku dibawa keUGD untuk pemasangan infus dan obat injeksi, total di RS ini aku peroleh 4 tusukan dimana dua dari hasil test lab dan dua dari infus. Ketika masuk kamar mengurus administrasi dan pelayanan aku mulai ragu apakah memang harus menginap, dan disinilah rekanku bilang ya kalau diswasta kemungkinan besar ya gini. FYI terkadang swasta meski pelayanannya terkesan cepat tapi percayalah beberapa dari mereka tetap berusaha menahan pasien guna memperoleh biaya menginap jadi saran dari pengalaman ini adalah lebih baik rumah sakit negeri atau pemerintah yang bahkan kamu bisa menggunakan askes atau BPJS, bukan pelit hanya berhemat karena hidup itu tidak sementara dan jujur pelayanan yang diperoleh juga gak jauh beda loh. semoga komersialisasi kesehatan ini berakhir. kalau kata dhana yang penting sadar sendiri jangan udah pake askes ngotot ambil kelas 3 itu namanya dzalim keorang lain.

Keluar Paksa begitulah istilah medis yang digunakan pada akhirnya setelah 4 jam perawatan, aku memaksa minta dikeluarkan dari treatment sebagaimana dipaksa menginap :p no offense tapi siapa yang gak takut dengan penjabaran hasil lab. Jam 9 malam setelah kira-kira semua penjenguk dikeluarkan maka aku memilih rumah sakit negeri di malang yakni RSSA tempat aku dulu dirawat, mulai aku dipindahkan dan yang paling nyebelin adalah saat cabut infus yang jadi sakit banget dan aku harus dorong kursi sendiri meen :|. Akhirnya aku masuk ulang melalui prosedural UGD di RSSA dan tambah dua tusukan dari test lab dan injeksi, disini semua dicek sampaii historikal aritmia ku dan jujur ini bikin takut ketika si PVC muncul lagi dan aku dimonitoring pake alat gitu ditempelin ==". pada akhirnya jam 04.30 Aku diputuskan boleh rawat jalan dengan syarat senin harus kontrol ulang baik DBD dan Tipes maupun aritmia ku. Alhamdulillah karena sekarang semasa aku nulis di kost lebih bebas aku bahkan abis mandi dan bersihin muka ngirup jus jambu yang lamaaa banget abisnya serta abis nyuci baju juga loh , meski masih suka meriang :D
Smua berkas terkait perawatan *Vatih numpang mejeng aja
Big Thanks untuk orang-orang yang ada disekitarku :)
  • Untuk Kak Dhana yang mau capek-capek datang ke Malang kemudian mentatarku dengan jus jambu, roti buat sarapan pagi, susu bearbrand, serta pocarisweet. terimakasih ditengah peliknya keadaan kamu selalu tenang meski sempat lost control dan aku jadi sempat gak menginginkan kedatanganmu, yah habiiis siapa yang tegaa. JANJI !!! senin control sekadar control bukan untuk perawatan. Oh ya untuk teman-temannya di S2 UNPAD Psikologi yang subhanallah bantuin dia dan doain aku, mungkin kalian diantara yang bikin cepat sembuh kak :D
  • Untuk Emir Athira untuk kedatangannya yang sangat kilat, untuk semua sarannya yang sangat membantu, untuk menemaniku di UGD, untuk bantu mencarikan RS antara lavalette atau RSSA, makasih sist... berhutang banyak aku sama dedek :')
  • Untuk Mas Ganjar, untuk sudah menyimpan kartu asuransi dan askes yang kukira sudah hilang *kudu ganti dompet #kode. Makasih untuk datang setelah jumatan meski telat :p , sudah membantu administrasi dan mengabarkan saudara/i di KAMMI Brawijaya, oh ya kadonya sudah terpajang hehe.
  • Untuk Mas Nazhim, meski kegugupannya bikin aku ngabarin paling akhir, tapi mas selalu membantu dibidang yang aku gak sangka dengan jumlah yang aku selalu gak sangka... makasih banyak mas Nazhim untuk nungguin di RS hehe jangan sungkan soalnya kamu memang musti idul adha bareng keluarga
  • Keluarga di FH, Mbak Zihan yang udah nungguin sampai pagi hari aku tinggal tidur, Mas Agung dan Mas hendy yang datang akhir tapi sepertinya pulang lumayan akhir juga, Dan semua teman-teman yang sempat ngunjungi dan nunggui, buat yang pulang sempat SMS, makasih
  • Last not Least, KAMMI BRAWIJAYA. Terimakasih untuk kedatangannya terutama sampai kating dan teman-teman 2012 yang aku cuman jadi silent reader kalau dgrup. hehe gak nyangka banget... ini beda dengan kasus aritmia ku, alhamdulillah pembicaraan di Musykom gak jatuh sia-sia. Makasih Ibu Sekum yang udah backup aku di prokerku dan nungguin aku sampai tertidur dan tak lupa Bapak Ketum yang nungguin hingga keluar dari UGD RSSA dan rela naik angkot buat pulangnya

Terima kasih semuanya, terima kasih pengalaman, semoga ini menjadi sarana penghapus dosa penguji takwa dan aku lolos, aamiin... Syafakillah Yati

1 komentar: