My Life My Adventure and My Story

23 September 2014

Sepertinya Sakit Mata bisa jadi Wabah

Selasa, September 23, 2014 Posted by n.hadiyati , , No comments
Penyakit mata merah atau dalam istilah kedokteran disebut Konjungtivitis adalah penyakit mata yang disebabkan oleh infeksi menular pada konjungtiva atau selaput bening pada mata yang menutupi bagian mata berwarna putih serta permukaan mata dalam pada kelopak mata. Penyakit mata merah (konjungtivitis) disebabkan oleh bakteri atau virus, sehingga termasuk penyakit menular tapi dibeberapa kasus disebabkan karena kemasukan suatu benda ke dalam mata yang mengakibatkan iritasi. jika disebapkan oleh alergi maka tidak menular.

Alkisah kenapa mendadak tertarik dengan sakit mata adalah karena mengalaminya, karena hampir serumah tertular sakit mata ini, and you must know induk dari penularan adalah Omar Rausan Fikrijal haha, betapa malunya ketika daya imun orang dewasa kalah hmm tapi ternyata emang sakit mata ini termasuk penyakit kecil-kecil cabe rawit dah.

Ini dia pelakunya

Omar selesai mandi matanya merah hmm mungkin kemasukan benda dan jadinya merah, dikira sakit mata biasa tapi gak lama kemudian mulai deh Fakhri matanya mulai merah dan mereka berdua masuk fase belekan. kita serumah sempat mikir untuk jaga jarak wuiiih tapi siapa yang tahan sama pesona dua krucil, bahkan mana mungkin Uminya ga memberikan asi (Ai masih ASI Esklusif saat itu). JRENG mulailah mata si Umi bernasib sama dan rumah menjadi siaga 1 dengan pembelian Insto dalam jumlah besar hahah biasanya boro-boro ada dirumah.

Hehehe ternyata Allah mau ngasih pengalaman baru maka jadilah korban berikutnya Mama dan Bapak meski gak parah, saat itu ada Dhana dan Ijal (Ijal ini abang sodara skrg kuliah di UNISBA, Bandung jadi bukan Ijal abang ipar) lagi bersiap menuju bantung hmm kan gak lucu kalau mereka bikin wabah baru dibandung tapi Alhamdulillah saat kepulangan mereka masih sehat - sehat saja. Korban penyakit mata yang tak terhindarkan adalah Mak Yam (Mama Maryam ini tukang setrika baju dirumah) dan Hanifa anaknya bahkan hampir seisi rumah tertular maka jadilah Mak Yam pas nyetrika pake kacamata hitam hhe, korban tak terelakkan lain adalah Bude yang jagain Omar dan AI. serta korban paling akhir akibat ketakaburan karena menggunakan kacamata dan tidak menggunakan insto adalah saya sendiri TT
Mata ku dulu tak begini, sekarang pun tak begini :)
Maka mulailah mengenal obat-obatan baru yang umumnya digunakan untuk menangangi konjungtivitas ini yakni beberapa diantaranya Cendo, Polydex, dan salap mata yang sungguh perdana menggunakannya berrnama erlamycetin. tapi untuk pengobatan lebih baik konsul dokter yang biar sesuai tepat sasaran bakterinya dibunuh. Kemarin juga sempat tanya-tanya sama Emir yang notabene bakat dokter hhe jadilah dikasih beberapa tips diantaranya untuk memnimalisir kontak dengan pengunaan kacamata selain itu juga menganti seprai atau sarung bantal karena cairan atau belek yang keluar saat mata sakit itu bisa tertular lewat kontak tidak langsung seperti itu, oh ya juga jangan lupa jangan sharing handuk atau lap muka kalau lagi sakit ini.

TIPS Dari Internet "Kompasiana"
  1. Apa bila seseorang mengalami sakit mata merah, usahakanlah tetap birdiam diri di rumah, banyak istirahat serta jangan dulu beraktifitas agar tidak menularkan penyakitnya kepada orang lain.
  2. Lakukanlah pengompresan pada mata yang terkena mata merah tersebut dengan menggunakan air dingin atau bongkahan es batu agar dapat meredakan pembengkakan mata
  3. Sedangkan untuk mengurangi rasa gatal pada mata, bisa dengan memercikkan air hangat pada mata merah tersebut, serta jangan digaruk atau dikucek.
  4. Cairan yang biasanya keluar dari mata bisa dilap atau dibersihkan dengan lap hangat atau orang tua bisa saja membersihkannya dengan menggunakan kapas serta air hangat, jika penderitanya masih anak – anak.
  5. Segera gunakan salep antibiotik apabila penyakit mata merah (konjungtivitis) tersebut penyebabnya adalah bakteri.*panduan pengunaan salap mata
  6. Untuk mencegah iritasi lebih parah, bersihkan terlebih dahulu tangan yang akan digunakan untuk meneteskan obat tetes mata maupun salep antibiotik.
  7. Hindari penggunaan obat tetes mata atau salep secara bersamaan.
  8. Bagi orang lain, usahakanlah jangan dulu melakukan kontak langsung dengan penderita mata merah baik menyentuhnya secara langsung maupun meminjam barang – barang bekas dipakai penderita, agar tidak tertular penyakitnya.

0 komentar:

Posting Komentar